Estimasi Nilai Ekonomi Obat Resep ada Program Buang Sampah Obat Di Yogyakarta
MUFTI ALIFIA R, Dr. Susi Ari Kristina, M. Kes., Apt.; Dr. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Apt., Ph.D.
2021 | Tesis | S2 Mag.Manaj.FarmasiPembuangan obat yang tidak digunakan dengan cara yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah pada kesehatan masyarakat, lingkungan dan ekonomi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa sebanyak 74% obat yang tidak digunakan merupakan obat yang diresepkan. Hal ini akan meningkatkan jumlah obat yang tidak digunakan. Program Buang Sampah Obat dibentuk untuk mengurangi jumlah obat yang tidak digunakan di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi nilai ekonomi obat resep yang terkumpul pada Program Buang Sampah Obat di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan mengambil data sekunder dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta yang merupakan data kumpulan dari 59 apotek dan 1 rumah sakit. Data obat dikumpulkan dari bulan September sampai November 2019 menggunakan lembar pengumpulan data. Nilai ekonomi obat dihitung berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Analisis data menggunakan Microsoft Excel 2019 untuk menghitung nilai ekonomi obat resep. Analisis statistik menggunakan SPSS untuk mengetahui persentase dan frekuensi data penelitian ini. Hasil dari penelitian ini obat resep yang terkumpul pada Program Buang Sampah Obat di Yogyakarta sebanyak 442 item obat, 74,2% diantaranya obat generik dan 25,8% obat merek. Mayoritas bentuk sediaan obat tablet (66,3%), larutan (11,8% ) dan kapsul (9,0%). Berdasarkan kelas terapi, kategori obat resep terbanyak yang terkumpul diantaranya, antibakteri, antiinflamasi nonsteroid (AINS), antihipertensi, antihistamin dan kortikosteroid. Estimasi nilai ekonomi obat resep yang terkumpul sebesar Rp. 83.789.344 dari 8.036,5 sisa obat dari 442 item obat. Berdasarkan hasil tersebut memberi gambaran bahwa estimasi nilai ekonomi obat resep memiliki nilai yang cukup besar. Nilai ekonomi ini merupakan pemborosan dari obat yang sudah tidak digunakan lagi oleh masyarakat yang terkumpul pada program ini. Pemborosan memberi kekhawatiran pada kepatuhan mengkonsumsi obat, ketepatan penggunaan obat, penyimpanan dan pembuangan obat di rumah tangga. Dengan adanya Program Buang Sampah Obat dijadikan sebagai fasilitas yang dapat membantu masyarakat untuk membuang obat dengan cara yang tepat.
The improper disposal of unused medicines can cause public health, environmental and economic problems. A study shows that as much as 74% of medicines that are not used are medicines that are prescribed. This will increase the number of medicines that are not used. The Medicine Waste Disposal Program was established to reduce the number of unused medicines in households. This study aims to determine the estimated economic value of prescription medicines collected at the Medicine Waste Disposal Program in Yogyakarta. This study used a cross sectional design by taking secondary data from the Center for Drug and Food Control in Yogyakarta which is a collection of data from 59 pharmacies dan 1 hospital. Data was collected from September to November 2019 using a data collection sheet. Medicine economic value are calculated based on the Highest Retail Price. Data analysis used Microsoft Excel 2019 to calculate medicine economic value of prescription medicines economic value. Statistical analysis using SPSS to determine the percentage and frequency of this research data. The results of this study of prescription medicines that were collected in the Medicine Waste Disposal Program in Yogyakarta were 442 items, 74.2% of which were generic medicines and 25.8% of brand medicines. The majority of the dosage forms were tablets (66.3%), solutions (11.8%) and capsules (9.0%). Based on the therapeutic class, the most collected prescription medicine categories include non-steroidal anti-inflammatory (NSAID), anti-hypertensive, antihistamine and corticosteroid. The estimated economic value of prescription medicines are Rp. 83,789,344 of 8,036.5 remains from 442 items. Based on these results, it illustrates that the estimated economic value of prescription medicines has a fairly large economic value. This economic value is a waste of medicines that are no longer used by the community who are collected in this program. Waste gives concerns on medication adherence, accuracy of medicine use, storage, especially for disposal of medicines in households. The Medicine Waste Disposal Program is used as a facility that can help people dispose of medicines in the right way.
Kata Kunci : Obat yang tidak digunakan, pembuangan obat, nilai ekonomi obat, program buang sampah obat