Analisis Stilistika Se(inverted breve)rat Pak Banjir Koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta Pupuh I-VIII
NABILLA HASNA MUFIDA, R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A. ; Rudy Wiratama, S.IP., M.A.
2021 | Skripsi | S1 SASTRA JAWACerita (petik 2)Pak Banjir(petik 2) merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Banyumas. Kisah Pak Banjir dapat ditemukan dalam bentuk manuskrip, majalah, maupun buku bacaan. Penelitian ini menggunakan kisah Pak Banjir yang termuat dalam naskah koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta dengan kode koleksi PB. C. 158. Naskah manuskrip tersebut berbentuk te(latin small letter e with inverted breve)mbang macapat yang ditulis dengan menggunakan aksara Jawa. Naskah tersebut sebelumnya sudah pernah dijadikan penelitian dalam kajian filologi. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan memanfaatkan hasil transliterasi teks dari kajian filologi tersebut. Penelitian ini dikaji menggunakan analisis stilistika melalui tinjauan gaya bahasa. Tahapan pengumpulan data dengan menghimpun data transliterasi, kemudian dilakukan penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia. Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ragam gaya bahasa sesuai pengertian dari S.Padmosoekotjo. Hasil analisis menunjukkan bahwa di antara gaya bahasa pe(latin small letter e with inverted breve)pindhan, te(latin small letter e with inverted breve)mbung entar, dan te(latin small letter e with inverted breve)mbung saroja yang terdapat dalam teks, gaya bahasa pe(latin small letter e with inverted breve)pindhan dan te(latin small letter e with inverted breve)mbung saroja adalah yang paling banyak muncul dalam naskah PB.C.158. Penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam Se(latin small letter e with inverted breve)rat Pak Banjir berfungsi sebagai penegasan suatu keadaan atau peristiwa dalam cerita, dan juga sebagai pemenuhan metrum atau aturan te(latin small letter e with inverted breve)mbang dalam macapat.
The story titled (petik 2)Pak Banjir(petik 2) is one of the folk tale from Banyumas. The story of Pak Banjir can be found in manuscripts, magazines, and books. This research is using the story of Pak Banjir which is contained in the manuscript collection of Sonobudoyo Museum Yogyakarta with the collection code PB. C. 158. The manuscript written in macapat metres with Javanese inscription. The manuscript has previously been used as philological research. This research is a follow-up research using the transliteration results from the philological study. This research was examined using stylistic analysis through a language style review. The data collection step is by collecting transliteration data, then translating into Indonesian. The obtained data then analyzed using the definition of language styles according to S. Padmosoekotjo. The results from the analysis shows that among the language style of pe(latin small letter e with inverted breve)pindhan, te(latin small letter e with inverted breve)mbung entar and te(latin small letter e with inverted breve)mbung saroja, the language styles of pe(latin small letter e with inverted breve)pindhan and te(latin small letter e with inverted breve)mbung saroja are the most often found in Se(latin small letter e with inverted breve)rat Pak Banjir. The use of the language style contained in Se(latin small letter e with inverted breve)rat Pak Banjir functioned in articulating situation or event of the story, and also to fulfill the poetical formula in macapat.
Kata Kunci : Se(latin small letter e with inverted breve)rat Pak Banjir, Stilistika sastra, gaya bahasa