Perencanaan Kawasan Pesisir Teluk Palu Berbasis Mitigasi Bencana
RADITYA KRISNA PUTRA, Ratna Eka Suminar, S.T., M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAIndonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana alam tertinggi di dunia. Lokasinya yang secara geologi berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia dan dilalui oleh dua jalur pegunungan berapi membuat hampir seluruh wilayah ini sering dilanda oleh bencana alam. Salah satu wilayah di Indonesia yang sering dilanda oleh bencana alam adalah Kota Palu. Kota yang merangkap sebagai ibukota provinsi Sulawesi Tengah ini telah sering dilanda oleh bencana alam dikarenakan kondisi geologinya yang berdiri di atas sebuah sesar aktif. Bencana alam yang melanda kota ini terakhir kali terjadi pada 2018 silam yang menyebabkan kerusakan masif, terkhusus pada area kawasan pesisir Teluk Palu. Kerusakan masif menyebabkan kawasan pesisir yang sebelumnya ramai oleh aktivitas masyarakat menjadi mati seketika. Berkaca pada permasalahan yang ditemui, perencanaan ini hadir bertujuan untuk membangkitkan kembali aktivitas masyarakat pada kawasan pesisir Teluk Palu secara aman dan nyaman. Perencanaan ini dibuat dengan mengusung konsep pengurangan risiko bencana yang akan berfokus pada tindakan pengurangan tingkat ancaman, pengecilan tingkat kerentanan serta peningkatan kapasitas bencana yang disisipkan kedalam rencana kegiatan pada delapan variabel yang meliputi peruntukan lahan, tata bangunan, sirkulasi & parkir, ruang terbuka, penandaan, utilitas, pendidikan & pelatihan, dan regulasi & kelembagaan. Kedelapan variabel tersebut merupakan hasil elaborasi yang melibatkan empat elemen yang terdiri dari elemen keruangan, pengurangan risiko bencana, pedoman peraturan, dan best practice terkait mitigasi bencana. Proses perumusan rencana ini akan diperkuat dengan analisis menggunakan metode deskriptif, gap analysis dan analisis risiko bencana yang keseluruhan datanya didapatkan melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur dari berbagai sumber. Hasil dari perencanaan ini berupa sebuah master plan yang berisikan rencana detail dari setiap variabel termasuk di dalamnya terkait tahapan dan rincian pembiayaan. Diharapkan perencanaan ini akan dapat meminimalisir ancaman dan kerugian yang berpotensi timbul akibat bencana tsunami, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Teluk Palu akan kembali normal secara aman dan nyaman.
Indonesia is one of the countries with the highest level of natural disaster vulnerability in the world. Geologically, it is at the junction of the three major plates of the world and is traversed by two volcanic routes, making almost the entire region often hit by natural disasters. One of the areas in Indonesia that is often hit by natural disasters is Palu City. This city, which doubles as the capital of the province of Central Sulawesi, has often been hit by natural disasters due to its geological condition which stands on an active fault. The last natural disaster that hit this city occurred in 2018 which caused massive damage, especially in the coastal area of Palu Bay. Massive damage caused coastal areas that were previously busy with community activities to die instantly. Reflecting on the problems encountered, this plan aims to revive community activities in the coastal area of Palu Bay safely and comfortably. This plan is made with the concept of disaster risk reduction which will focus on reducing the level of threat, reducing the level of vulnerability, and increasing the capacity of disasters, which are inserted into the activity plan on eight variables that include land designation, building layout, circulation & parking, open space, marking, utilities, education & training, and regulation & institutions. The eight variables are the result of elaboration involving four elements consisting of spatial elements, disaster risk reduction, regulatory guidelines, and best practices related to disaster mitigation. The process of formulating this plan will be strengthened by analysis using descriptive methods, gap analysis, and disaster risk analysis, all of which data are obtained through field observations, interviews, and literature studies from various sources. The result of this planning is in the form of a master plan which contains a detailed plan for each variable, including the stages and details of financing. It is hoped that this planning will be able to minimize threats and losses that could potentially arise due to the tsunami disaster, so that community activities in the coastal area of Palu Bay will return to normal safely and comfortably.
Kata Kunci : Perencanaan Kawasan Pesisir, Teluk Palu, Mitigasi Bencana, Pengurangan Risiko Bencana, Tsunami, Coastal Spatial Planning, Palu Bay, Disaster Mitigation, Disaster Risk Reduction