AKUNTABILITAS PENYELENGGARA IBADAH HAJI KHUSUS (Studi Pada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Provinsi Yogyakarta)
ELLIS ANNISA, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M.Ec.
2021 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik akuntabilitas penyelenggara ibadah haji khusus pada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Provinsi Yogyakarta dengan menggunakan tangga akuntabilitas Stewart (1984). Tangga tersebut terdiri atas lima tangga akuntabilitas, yaitu akuntabilitas kejujuran dan legalitas, akuntabilitas proses, akuntabilitas kinerja, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan praktik akuntabilitas PIHK. Narasumber dalam penelitian ini meliputi 5 orang partisipan yang terdiri atas dua partisipan pada PT. Citra Wisata Dunia dan tiga partisipan pada PT. Al Anshor Madinah Barokah. Partisipan tersebut merupakan informan kunci yang meliputi pimpinan PIHK, bagian keuangan dan jemaah yang pernah melaksanakan ibadah haji khusus di salah satu PIHK tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik akuntabilitas yang menunjukkan temuan yang kuat ialah akuntabilitas legalitas dan kejujuran, akuntabilitas proses, akuntabilitas kinerja, dan akuntabilitas program. Tangga akuntabilitas puncak memiliki kelemahan, yaitu tidak bisa dilakukan triangulasi sumber dan data. Selain itu, pengumpulan dokumen di PT. AMB terbatas karena situasi pandemi. Penelitian ini hanya dilakukan di dua PIHK yang memiliki akreditasi berbeda, yaitu akreditasi A dan B. Penelitian ini merupakan studi pertama yang mengangkat tema akuntabilitas pada penyelenggara ibadah haji khusus yang dikelola oleh biro perjalanan. Studi sebelumnya fokus pada penelitian tentang akuntabilitas di organisasi keagamaan, sehingga gagal mengenali akuntabilitas pada ritual keagamaan yang membutuhkan informasi ekonomi salah satunya ritual ibadah haji.
This study aims to determine the accountability practices of special Hajj organizers for the Yogyakarta Province Special Hajj Organizers, using Stewart's (1984) accountability ladder. The ladder consists of five accountability rungs, namely honesty and legality accountability, process accountability, performance accountability, program accountability, and policy accountability. This study uses a qualitative approach. Data collection was carried out through interviews and document collection relating to PIHK's accountability practices. Resource persons in this study included 5 participants consisting of two participants from PT. Citra Wisata Dunia and three participants from PT. Al Anshor Madinah Barokah. The participants were key informants including the PIHK leadership, the finance department and congregations who had carried out the special haj pilgrimage at one of the PIHKs. The analysis results show that accountability practices that show strong findings are legality and honesty accountability, process accountability, performance accountability, and program accountability. The top accountability rung has a weakness, namely that it cannot be triangulated based on sources and data. In addition, document collection process at PT. AMB was limited due to the pandemic situation. This research was only conducted on two PIHKs which had different accreditation levels, namely accredited A and B. This research is the first study that raises the theme of accountability in special hajj pilgrimage managed by travel agency. The previous studies focused on research on accountability in religious organizations, thus failing to recognize accountability in religious rituals that require economic information, one of which is the pilgrimage ritual.
Kata Kunci : akuntabilitas, ibadah haji, organisasi keagamaan. accountability, pilgrimage, religious organizations.