Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah (Studi Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Yogyakarta)
ANNISA' KHAERANI, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.
2021 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian sasaran strategis dan indikator kinerja dalam dokumen perencanaan hingga dokumen pelaporan di KPKNL Yogtakarta dengan menggunakan alat analisis cetak biru kinerja (performance blueprint) dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berperan dalam implementasi sistem pengukuran kinerja KPKNL Yogyakarta. Desain/Metodologi/Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan melakukan analisis dokumentasi menggunakan alat analisis performance blueprint kemudian analisis wawancara menggunakan alat analisis data hasil wawancara mendalam. Data yang digukanan adalah data sekunder berupa dokumentasi dan data primer yang didapatkan dari hasil wawancara. Temuan Hasil analisis dokumentasi mendapatkan hasil temuan bahwa masih terdapat ketidaksesuaian informasi dari dokumen perencanaan strategis hingga dokumen laporan kinerja. Berdasarkan penjabaran program logic model secara tekstual masih terdapat ketidaksesuaian informasi dalam dokumen renstra dengan rencana kerja pada dokumen kontrak kerja pada tahun 2018. Indikator Kinerja Program (IKP) mayoritas masih berupaya pada kuantitas upaya (50%), kualitas upaya (50%), dan outcome layanan (100%). Masih belum terdapat IKP yang memenuhi kriteria SMART (0%). Perencanaan kegiatan telah memenuhi kriteria frekuensi (70%), intensitas (85%), dan target (50%). Hasil analisis wawancara menemukan terdapat lima belas faktor yang berperan pada setiap proses perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan monitoring dan evaluasi di KPKNL Yogyakarta. Batasan/Implikasi Penelitian ini memiliki implikasi terhadap kementrian/ lembaga untuk dapat menerapkan rerangka performance blueprint dalam proses perencanaan indikator kinerja. Keterbatasan penelitian ini hanya menggunakan metode kualitatif saja sehingga kesimpulan masih bersifat minimalis. Originalitas/Nilai Penelitian ini memiliki implikasi sumbangsih pengetahuan terkait pengaruh isomorfisma institusional, terutama isomorfisma koersif dan normatif pada instansi vertikal kementrian. Salah satu gap penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah bahwa penelitian ini menggunakan rerangka performance blueprint lebih lengkap dengan melakukan analisis kriteria FIT.
Purpose The purpose of this study is to analyze the suitability of strategic goals and performance indicators in documents from planning to reporting at the State Assets And Auction Services Office (KPKNL) Yogyakarta by using performance blueprint analysis tool and by identifying what factors play a role in the implementation of performance measurement system at Yogyakarta KPKNL. Design/Methodology/Approach This study uses a qualitative case study approach by analyzing documentation using performance blueprint analysis tool and then analyzing interviews using data analysis tools from in-depth interviews. The data used are secondary data in the form of documentation and primary data obtained from interviews. Findings The results of the documentation analysis show that there is still a mismatch of information in documents from the strategic planning to the performance report. Based on the textual explanation of the logic model program, there is still a mismatch of information between the strategic plan and the work plan documents in the 2018 work contract document. The majority of Program Performance Indicators (IKP) are still struggling on the quantity of effort (50%), quality of effort (50%), and service outcome (100%). There are still no IKPs that meets the SMART criteria (0%). Activity planning has met the criteria for frequency (70%), intensity (85%), and target (50%). The analysis results of the interviews found that fifteen factors play a role in every process of performance planning, performance measurement, performance reporting, and monitoring and evaluation at KPKNL Yogyakarta. Limitations/Implications This research has implications for ministries/ institutions to be able to apply the performance blueprint framework in the performance indicator planning process. The limitations of this study are that it only use qualitative methods, therefore, the conclusions are still minimal. Originality/Value This study has implications as a contribution of knowledge regarding the effect of institutional isomorphism, especially coercive and normative isomorphism in vertical ministerial agencies. One of the gaps in this study with previous researches is that this study also uses the performance blueprint framework more completely by analyzing the FIT criteria.
Kata Kunci : performance blueprint, program logic model, kuadran friedman, SMART, FIT, isomorfisma koersif, isomorfisma normatif.