Kepemimpinan Integratif dalam Pembangunan Relasi Yayasan SHEEP Indonesia dengan Pemerintah di Tiga Desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
WIVAQUSSANIYYAH, Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A.; Dr. Sumiyana, Ak., C.A., M.Si.
2021 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKANPenelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika relasi yang terbangun antara NGO dengan pemerintah di tingkat desa dalam isu pembangunan pedesaan. Studi ini mengamati konteks relasi yang terbangun antara YSI dengan Pemerintah Kalurahan Bejiharjo, Mangunan, dan Argomulyo. Upaya pendalaman kemudian dilakukan dengan mewawancarai jajaran pemerintah di tingkat kabupaten dan provinsi. Studi ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teori kolaborasi dan teori kepemimpinan integratif untuk mendalami proses pembentukan relasi, sikap kepemimpinan yang tercermin dari proses pembangunan relasi yang terjadi, serta bagaimana relasi berdampak pada efektivitas program. Data dikumpulkan terutama dari wawancara mendalam kepada para pegiat YSI serta jajaran pemerintah di tingkat desa, kabupaten, dan provinsi sejak bulan September hingga Oktober 2020. Selain itu digunakan pula data dari hasil observasi dan studi dokumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan relasi antara YSI dengan pemerintah di ketiga desa sudah mengarah pada relasi kolaboratif. Hal ini ditandai dengan adanya sistem yang menyatukan para pihak yang membangun relasi, komunikasi yang dijalin secara berkala dengan rasa saling percaya, serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada konsensus seluruh anggota. Selanjutnya, penelitian ini menganalisis bahwa relasi dan kerja sama yang terjalin antara YSI dan pemerintah desa mencerminkan sikap pemimpin integratif di masing-masing lembaga, meski levelnya berbeda-beda. Kualitas pemimpin integratif yang berhasil diidentifikasi adalah: mampu memetakan masalah dan potensi, memastikan kesamaan visi; memberikan tantangan konstruktif, memahami konteks lingkungan (termasuk peraturan/kebijakan), memperhatikan struktur dan tata kelola kerja sama, dan memikirkan target dari relasi yang dibangun. Selain itu, penelitian ini menganalisa bahwa relasi yang terbentuk antara YSI dengan pemerintah desa berdampak positif pada peningkatan efektivitas program yang tidak terlepas dari peningkatan kapasitas dan komitmen pemerintah desa serta masyarakat. Terakhir, penelitian ini merekomendasikan kebijakan yang mendorong penguatan relasi antara NGO dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
This research aims to understand the dynamics of relationships between NGO and the government on rural development�s issue. This research observes the relationship between YSI and the Bejiharjo, Mangunan, and Argomulyo sub-districts government. This research uses a qualitative approach by utilizing the collaboration theory and the integrative leadership theory to explore the process of relationship building, leadership attitude that are reflected from the relationship building process, and how relationship has an impact to program�s effectiveness. Data was mainly collected from in-depth interviews of YSI activists and government officials at the sub-district, regent and provincial levels since September to October 2020. In addition, data from observations and document were used. This research concludes that the relationship-building between YSI and the government in the three sub-districts has led to collaborative relationships. This is noticed by the existence of a system that unites the parties who build the relationships, communication that is established regularly based on mutual trust, and decision making based on the consensus of all members. Furthermore, this research analyzes that the relationship and cooperation between YSI and the sub-district government, reflect the integrative leader attitude in each institution, even though at different levels. The qualities of the integrative leader that have been identified are: to able to mapping the problems and potentials, to ensuring a common vision; to providing constructive challenges, to understanding the environmental context (including regulations/policies), to paying attention of the structure and cooperation governance, and to thinking about the targets of the relationships that has been built. In addition, this research analyzes that the relationship between YSI and the sub-districts government has a positive impact on increasing the program effectiveness, which is inseparable from increasing the capacity and commitment of the sub-district government and the community. At the end, this research recommends the policies that encourage strengthening on relationship between NGO and the government to improve the services quality that will be provided to the community.
Kata Kunci : NGO, YSI, pemerintah, relasi, kolaborasi, kepemimpinan integratif