KONSTRUKSI REALITAS BERITA KEBIJAKAN PAJAK MEDIA ONLINE (Analisis Framing Berita Kebijakan Pajak Bisnis.com periode 2016-2019)
MUTHMAINNA, Nyarwi Ahmad, M.A., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASISebagai bagian dari tindakan pemerintah, kebijakan pajak mendapatkan tempat dalam liputan media. Hal ini tidak terlepas dari tugas media memberikan informasi kepada warga. Di sisi lain, media memuat berita kebijakan pajak guna memenuhi tuntutan warga yang mempunyai pemahaman terbatas terhadap kebijakan pajak. Namun, dalam memuat berita kebijakan pajak, media cenderung terjebak dengan hanya mengangkat berita dari sisi pemerintah baik sebagai sumber berita maupun isu yang ditampilkan. Berita kebijakan pajak cenderung lebih banyak mendorong warga dalam partisipasi membayar pajak dengan menampilkan sanksi, denda, bahkan sanksi pidana apabila tidak membar pajak. Padahal, warga juga berhak mendapatkan informasi berupa penggunaan dana pajak, manfaat pajak serta implikasi kebijakan pajak. Berita yang ditayangkan oleh media bukanlah realitas seutuhnya hanya bagian dari realitas yang merupakan hasil konstruksi pekerja media. Penelitian ini berasumsi bahwa berita kebijakan pajak di media dapat menggambarkan konstruksi hubungan antara warga dan negara dalam hal kebijakan pajak. Dominasi bingkai tax collection dan minimnya bingkai public spending menunjukkan hubungan yang tidak setara antara warga dan negara. Begitupula dengan bingkai collective outcome dan tidak adanya bingkai personal implication dapat mengindikasikan bahwa media tidak menyajikan berita yang mendukung pemahaman cerdas warga terhadap kebijakan pajak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pertanyaan penelitian bagaimana bingkai berita kebijakan pajak di media online bisnis.com. Untuk menjawab pertanyaan tesebut, penulis mengeksplorasi teks berita kebijakan pajak di media online bisnis.com dengan menggunakan metode analisis framing Pan & Kosicki yang membedah berita dalam empat struktur utama yaitu sintaksis, skrip, tematis dan retoris. Struktur tersebut dapat menampilkan elemen-elemen kunci dalam fungsi konstruksi realitas berita. Hasil temuan melalui analisis menggunakan konsep konstruksi realitas media Couldry & Hepp dan Hamad menunjukkan bahwa bisnis.com menceritakan kebijakan pajak sebagai upaya pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan pajak (frame tax collection) yang akan memberikan keuntungan pada warga secara keseluruhan (frame collective outcome) namun belum sepenuhnya memberikan keadilan (frame personal implication). Cerita ini dihadirkan oleh bisnis.com melalui agenda setting yaitu memberikan tempat pada isu-isu antara lain berupa pengumpulan pajak, keuntungan ekonomi, keadilan dan kesetaraan. Isu-isu tersebut juga diangkat pada berbagai kategori berita yang turut menentukan narasumber dan tema serta fakta yang diangkat untuk menjelaskan peristiwa tertentu. Bisnis.com tidak sepenuhnya menggunakan fungsi bahasa yaitu pemilihan kata tertentu, grafis, dan gambar untuk menekankan makna serta mengarahkan khalayak pada ideologi tertentu. Penceritaan sebagaimana tersebut di atas menggambarkan hubungan yang tidak setara antara warga dan negara di mana negara mempunyai kuasa atas pengumpulan pajak sementara warga tidak diberi kesempatan berpikir kritis dengan menekankan pada keuntungan kolektif pajak sementara implikasi personal minim diangkat dan hak warga atas kontrol terhadap pengeluaran publik tidak dihadirkan sama sekali. Secara teoritis, penelitian ini dapat memberi gambaran mengenai peran media dalam demokratisasi pajak.
As part of government action, tax policy has a place in media coverage. This is inseparable from the media's duty to provide information to citizens. On the other hand, the media publish news on tax policies in order to meet the demands of citizens who have limited understanding of tax policies. However, in publishing tax policy news, the media tends to be trapped by only raising news from the government side, both as the source of the news and the issue being presented. Tax policy news tends to encourage citizens to participate in paying taxes by displaying sanctions, fines, and even criminal sanctions for not paying taxes. In fact, citizens are also entitled to obtain information in the form of use of tax funds, tax benefits and implications of tax policies. The news that is broadcast by the media is not a complete reality, only a part of reality which is the result of construction of media workers. This study assumes that tax policy news in the media can describe the construction of the relationship between citizens and the state in terms of tax policy. The dominance of the tax collection frame and the lack of a public spending framework indicates an unequal relationship between citizens and the state. Likewise, the collective outcome frame and the absence of a personal implication frame can indicate that the media does not present news that supports citizens' intelligent understanding of tax policy. Therefore, this study focuses on research questions on how to frame tax policy news in the online media bisnis.com. To answer this question, the author explores the text of tax policy news in the online media bisnis.com using the Pan & Kosicki framing analysis method which dissects news in four main structures, syntax, script, thematic and rhetorical. This structure can display the key elements in the news reality construction function. The findings through analysis using Couldry & Hepp and Hamad's media reality construction concept show that bisnis.com defines tax policy as a government effort to collect tax revenue (frame tax collection) which will provide benefits to citizens as a whole (frame collective outcome) but not yet fully provide justice (the personal implication frame). This story is presented by bisnis.com through an agenda setting, which provides a place for issues including tax collection, economic benefits, justice and equality. These issues are also raised in various news categories which determine the sources,themes, and facts raised to explain certain events. Bisnis.com does not fully use language functions, namely the selection of certain words, graphics, and images to emphasize meaning and direct audiences to certain ideologies. The narrative as mentioned above illustrates an unequal relationship between citizens and the state in which the state has power over tax collection while citizens are not given the opportunity to think critically by emphasizing the collective tax advantages while minimal personal implications are raised and citizens' right to control over public spending is not presented at all. Theoretically, this study can provide an overview of the role of the media in tax democratization.
Kata Kunci : konstruksi realitas, berita, analisis framing, kebijakan pajak, media online