BAHASA FEMININ DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: FEMINISME PSIKOANALISIS LUCE IRIGARAY
NENG LILIS SURYANI, Dr. Aprinus Salam, M. Hum.
2021 | Skripsi | S1 BAHASA DAN SASTRA INDONESIADalam sastra, feminisme berhubungan dengan konsep kritik sastra feminis, yaitu studi sastra yang memfokuskan analisis pada wanita. Konsep reading as a woman yang kemudian digunakan untuk membongkar praduga dan ideologi kekuasaan laki-laki yang andosentris atau patriarkal dan sampai sekarang diasumsikan menguasai penulisan dan pembacaan sastra. Luce Irigaray melalui konsep bahasa feminin menegaskan bahwa perempuan tidak lagi berbicara seperti perempuan, tetapi sebaliknya bahwa perempuan harus berbicara sebagai perempuan, menempatkan perempuan dalam kerangka psikologis dan sosiologis. Cantik itu Luka merupakan novel karya Eka Kurniawan dengan tokoh utama seorang pelacur bernama Dewi Ayu. Dalam novel tersebut, tokoh Dewi Ayu digambarkan sebagai pelacur yang cerdas dan sensitif. Dalam penelitian ini, penulis menemukan adanya pembentukan bahasa feminin yang digunakan oleh tokoh Dewi Ayu melalui konsep afeksi diri yang digagas oleh Luce Irigaray. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif analisis untuk menemukan fakta-fakta agar dapat dianalisis dan mendapatkan kesimpulan.
In literature, feminism is related to the concept of feminist literary criticism, which is the study of literature that focuses on the analysis of women. The concept of reading as a woman is used to dismantle andocentric or patriarchal male power ideology and ideology. Until now it was assumed to control writing and reading of literary works. Luce Irigaray through the concept of "feminine language" asserted that women no longer speak like women but instead that women should speak as women, placing women in a psychological and sociological framework. Beauty is a Wound is a novel by Eka Kurniawan with the main character as a prostitute named Dewi Ayu. In the novel, Dewi Ayu is described as an intelligent and sensitive prostitute. In this study, the authors found the formation of feminine language used by the figure Dewi Ayu through the concept of self-affection initiated by Luce Irigaray. The method used in this research is a descriptive analysis method to find facts in order to be analyzed and then get the conclusions.
Kata Kunci : novel, feminisme, bahasa feminin, afeksi diri, Luce Irigaray