Laporkan Masalah

ICT sebagai Medium Pembelajaran dan Modal Intelektual Baru pada Tunanetra: Studi Naratif Penggunaan ICT oleh Pengajar Tunanetra pada Siswa Tunanetra dalam Pendidikan Formal YPAB Surabaya

LINTANG MIJIAS K T, Derajat Sulistyo Widhyharto, M.Si.

2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Penelitian ini merupakan studi mengenai kehadiran ICT sebagai medium pembelajaran dan perkembangannya sebagai modal intelektual baru bagi tunanetra. Meskipun bentuk pemanfaatannya tidak jauh berbeda dengan institusi pendidikan pada umumnya, implikasi ICT pada penyandang tunanetra dinilai lebih signifikan. Menggunakan pendekatan naratif, peneliti menyelidiki pengalaman perubahan lingkungan pembelajaran dengan kehadiran ICT dari kacamata individu yang merasakan perubahan tersebut, yakni guru pengajar difabilitas netra yang juga mengajar tunanetra. Kehadiran ICT membawa perubahan dalam teknis pembelajaran dan berimplikasi pada praktik sosial individu tunanetra. Melalui konsep Bourdieu peneliti menawarkan gagasan mengenai posisi ICT pada pendidikan tunanetra. Pertama, praktik ICT berkembang menjadi sebuah nilai yang dihayati dan menjadi habitus, kedua bahwa ICT merupakan salah satu media untuk memperoleh modal intelektual, dan ketiga ICT merupakan modal intelektual baru bagi individu tunanetra yang disebut Technological capital. Implikasi ICT pada praktik sosial penyandang tunanetra menunjukkan bahwa kehadiran ICT merupakan satu titik perubahan yang penting dimana tunanetra mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri melalui teknologi. Maka pengenalan dan optimalisasi penggunaan ICT pada tunanetra penting untuk terus dilakukan.

This research is a study of the existence of ICT as a learning medium and its development as new intellectual capital for the blind. Although the form of use is not much different from educational institutions in general, the implications of ICT for blind people are considered more significant. Using a narrative approach, the researcher investigates the experience of changing from the perspective of the individuals who perceive these changes, namely teachers with visual disabilities who also teach blind people. The presence of ICT brings about technical changes in learning and has implications for the social practices of blind individuals. Through the Bourdieu concept, the researcher offers an overview of the position of ICT in education for the blind. First, the practice of ICT develops into living values and habitus, secondly, ICT is a medium for obtaining intellectual capital, then thirdly, ICT is a new intellectual capital for blind people called Technology Capital. The implications of ICT on the social practices of blind people show that the existence of ICT is a turning point of change where blind people can increase their capacity and competence through technology. So that the introduction and optimization of the use of ICT for blind people are important.

Kata Kunci : ICT dalam pendidikan, Tunanetra, Studi Naratif, Pendekatan Bourdieusian

  1. S1-2021-384308-abstract.pdf  
  2. S1-2021-384308-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-384308-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-384308-title.pdf