Laporkan Masalah

LAVATOUR SEBAGAI INSTRUMEN DALAM PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TERDAMPAK (Studi kasus motivasi wisatawan di objek wisata Lavatour Merapi, Kaliurang Yogyakarta)

PANDU PRASOJO, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc, Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Gunung meletus merupakan salah satu bencana yang menimbulkan kerugian dan penderitaan bagi manusia dan lingkungan yang berada di sekitarnya. Namun hal ini justru dimanfaatkan menjadi destinasi wisata yang dibalut dengan konsep wisata kelam dan akhirnya berhasil mendatangkan wisatawan. Penelitian ini ingin melihat apakah dari datangnya wisatawan ke Lavatour berpengaruh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat terdampak. Dark Tourism merupakan konsep wisata yang menggunakan benda mati sebagai objek yang ditawarkan sedangkan living atrocity tourism merupakan konsep pariwisata yang menggunakan penderitaan manusia sebagai objek untuk ditampilkan. Penelitian ini menggunakan landasan teori push dan pull faktor untuk mengetahui motif wisatawan berkunjung dan konsep kesejahteraan untuk mengetahui peningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya peningkatan kesejahteraan masyarakat di area Lavatour Merapi melalui persepsi wisatawan yang datang. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan di objek Lavatour dengan menggunakan teknik wawancara semistruktur yang dilakukan kepada wisatawan, pengelola dan masyarakat terdampak. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasa penasaran yang menjadi motif wisatawan untuk mengunjungi Lavatour. Masyarakat terdampak yang berada di area objek wisata Lavatour juga mengalami peningkatan kesejahteraan dan perbaikan standar hidup mereka setelah bencana Merapi tahun 2010 terjadi. Lavatour juga memberikan kesempatan pekerjaan kepada mereka. Perasaan empati wisatawan muncul setelah mendengarkan kisah tentang bencana Merapi dari para penyitas yang bekerja di objek wisata, hal ini menjadi pemicu mereka untuk memberikan tindakan nyata kepada masyarakat terdampak. Tindakan nyata yang dilakukan oleh wisatawan sebatas filantropi sosial karena tujuan awal mereka datang untuk berwisata. Filantropi sosial dilakukan dengan cara memberikan tips atau membeli dagangan dalam jumlah tidak sedikit dan memiliki maksud agar mereka yang terdampak bencana merapi menjadi sejahtera. Penelitian ini juga menemukan temuan baru bahwa Lavatour, merupakan gabungan dari kedua konsep pariwisata kelam, dan melahirkan konsep baru pariwisata.

Mount erupting is a disaster that causes loss and suffering to humans and the environment around them. However, this is used as a tourist destination wrapped in a dark tourism concept and finally succeeded in bringing in tourists. This research looks at whether the arrival of tourists to Lavatour affects the welfare improvement of the affected community. Dark Tourism is a tourism concept that uses inanimate objects as objects offered while Living Atrocity Tourism is a tourism concept that uses human suffering as an object to display. This research used the theoretical basis of Push and Pull factors to determine the motives of inbound tourists and the concept of welfare to determine the increase in the welfare of the affected community. Data collection methods used interview techniques, observation, and documentation. The analysis technique processed the data using reduction and display of data as well as triangulation of data sources to find the conclusions of this research. Interviews were conducted at Lavatour object using semi-structured interview techniques. The research data analysis is descriptive. The results of this research indicate that Lavatour has been successful as an instrument in improving the welfare of the affected community. Curiosity is the motive for tourists to visit Lavatour. Affected communities in the area of Lavatour tourism object also experienced an increase in their welfare and living standards after the Merapi disaster in 2010 occurred. Lavatour has also given them job opportunities. The feeling of empathy of tourists arose after listening to stories about the Merapi disaster from survivors who work at tourist objects, so this is a trigger for them to take real action to the affected communities. The real actions taken by tourists were limited to social philanthropy because their original purpose was to come for tourism. Social philanthropy was carried out by giving tips or buying merchandise in large quantities and it has the intention of making those affected by the Merapi disaster prosper. This research has also found new findings that Lavatour, a combination of the two dark tourism concepts, gave birth to a new concept of tourism.

Kata Kunci : Dark Tourism,Living Atrocity-Tourism,Lavatour,Motivasi,Kesejahteraan

  1. S1-2021-399383-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399383-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399383-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399383-title.pdf