ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH DENGAN METODE FREQUENCY RATIO DI KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI YOGYAKARTA
POLTAK JULIATMA SILABAN, Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng. IPM.
2021 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIGerakan tanah merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Oleh karena itu diperlukan peta zonasi kerentanan gerakan tanah di daerah tersebut yang dapat digunakan untuk mitigasi dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan peta kerentanan adalah metode frequency ratio yang berdasarkan pada asumsi bahwa, kejadian gerakan tanah di masa yang akan datang akan terjadi pada kondisi yang serupa dengan kondisi terjadinya gerakan tanah pada masa lampau. Nilai frequency ratio merupakan hubungan antara kejadian gerakan tanah terhadap parameter - parameter yang mengontrol terjadinya gerakan tanah. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah kemiringan lereng, litologi, jarak dari struktur geologi, jarak dari sungai, tata guna lahan, dan titik persebaran gerakan tanah. Parameter tersebut kemudian diolah menggunakan ArcGIS menjadi peta tematik, kemudian dihitung jumlah titik gerakan tanah pada setiap kelas dari setiap parameter untuk mendapatkan nilai frequency ratio (FR). Peta tematik masing-masing parameter kemudian ditumpangtindihkan untuk mendapatkan nilai Lanslide Susceptibility Index (LSI). Nilai LSI yang diperoleh pada daerah penelitian adalah 2,42 - 10,97 yang kemudian diklasifikasikan menjadi 4 zona kerentanan gerakan tanah, yaitu zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah dengan nilai LSI 2,42 - 4,27, zona kerentanan gerakan tanah rendah dengan nilai LSI 4,27 - 5,51, zona kerentanan gerakan tanah sedang dengan nilai LSI 5,51 - 7,49, dan zona kerentanan gerakan tanah tinggi dengan nilai LSI 7,49 - 10,97. Peta zona kerentanan gerakan tanah menunjukkan bahwa daerah dengan zona kerentanan sangat rendah memiliki luas sebesar 38,94%, zona kerentanan rendah seluas 40,86%, zona kerentanan sedang seluas 9,09%, dan zona kerentanan tinggi seluas 11,11%. Berdasarkan perhitungan tingkat akurasi dengan menggunakan metode Area Under Curve (AUC), peta zona kerentanan yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi sebesar 75% yang termasuk ke dalam kategori good, sehingga layak untuk digunakan.
Ground movement is a natural disaster that often occurs in Indonesia, one of which is in Patuk District, Gunung Kidul Regency. One of the efforts to prevent the disastrous effect of land movements is to make susceptible zone of land movement. Therefore, a zoning map of the land movement vulnerability in the area is needed which can be used to mitigate and reduce the impact. The research method used in making the vulnerability map is the frequency ratio method, which is based on the assumption that future ground motion events will occur in conditions similar to those of past ground motion. The frequency ratio value is the relationship between the incidence of ground motion and the parameters that control the occurrence of ground motion. The parameters used in this research are slope, lithology, distance from the geological structure, distance from the river, land use, and the point of distribution of ground motion. These parameters are then processed using ArcGIS into a thematic map, then the number of ground motion points in each class is calculated from each parameter to obtain the frequency ratio (FR) value. The thematic map of each parameter is then overlaid to get the value for the Lanslide Susceptibility Index (LSI). The LSI values obtained in the research area were 2.42 - 10.97 which were then classified into 4 landmovement susceptibility zones, namely very low ground motion susceptibility zones with LSI values 2.42 - 4.27, low susceptibility zones with a value LSI 4.27 - 5.51, moderate susceptibility zones with LSI values 5.51 - 7.49, and high susceptibility zones with LSI values 7.49 - 10.97. The land movement vulnerability zone map shows that the areas with very low vulnerability zones have an area of 38.94%, the low vulnerability zone is 40.86%, the moderate vulnerability zone is 9.09%, and the high vulnerability zone is 11.11%. Based on the calculation of the level of accuracy using the Area Under Curve (AUC) method, the map of the vulnerability zone has an accuracy rate of 75% which is included in the good category, so it is feasible to use.
Kata Kunci : Gerakan tanah, Frequency Ratio, Patuk