Laporkan Masalah

PRODUKTIVITAS KUDA INDUK YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENARIK ANDONG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

AYU SEKAR ARUM, Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.

2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis produktivitas kuda sebagai kuda induk yang meliputi Indeks Reproduksi Induk (IRI) dan nilai ekonomi kuda sebagai penarik andong dan penghasil anakan. Materi yang digunakan adalah 46 ekor kuda induk yang digunakan sebagai penarik andong di DIY dengan kisaran umur 3 sampai 10 tahun. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara kepada 40 kusir andong dengan alat bantu berupa kuisioner. Waktu penelitian pada bulan Juni sampai Juli 2020. Data meliputi karakteristik kusir andong dan manajemen pemeliharaan kuda; produktivitas kuda induk (IRI dan sistem perkawinan); dan nilai ekonomi (penerimaan dari menarik andong, penerimaan dari penjualan anakan kuda atau belo, penerimaan tambahan dan analisis pendapatan). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa responden kusir andong rata-rata berumur 47,35 tahun, pekerjaan pokok berupa kusir andong (78%), tingkat pendidikan sekolah dasar (42,5%), rata-rata lama beternak 17,67 tahun, rata-rata jumlah anggota keluarga 2,23 orang, pemeliharaan kuda dilakukan oleh 2,05 orang dengan alokasi waktu 5,85 jam per hari, rata-rata kuda yang dimiliki adalah 3,22 Unit Ternak (UT) dengan sistem perkandangan semi tertutup. Produktivitas kuda induk digambarkan dengan nilai IRI 0,65 ekor per tahun dengan sistem perkawinan alami. Nilai ekonomi sebesar Rp67.785.284/UT/tahun dari menarik andong, Rp16.562.500/UT/tahun dari penjualan belo, Rp265.201/UT/tahun dari penjualan limbah bedding dan pendapatan total yang diterima sebesar Rp55.518.056/UT/tahun. Kuda induk penarik andong di DIY mempunyai daya reproduksi yang cukup baik dengan nilai ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan kuda sehari-hari dan memberikan keuntungan untuk kusir andong.

This research was aimed to measure the mare's productivity used as andong carriage tow which included reproduction index and the economic benefits. This research used 46 mares which used as andong carriage tow in Yogyakarta Special Region with age's ranged from 3-10 years. The data were collected by individually interviews to the 40 horse's owners who were also andong coachmen. This research was conducted from June until July 2020. The data were characteristics of the respondents, mare's productivity (mare's reproduction index and mating system); and economic benefits (income, income from foal sales, additional income and income analysis). Data were descriptively analyzed. The results showed that all of horse's owners average age were 47,35 years old, primary job was andong coachmen (78%), graduated from elemantary school (42,5%), average year of experience was 17,67 years, stable management running by 2,05 people with time allocation 5,85 hours per day, the average horse owned is 3.22 Animal Unit (AU) with semi-closed stable system. Mare's productivity represented by mare's reproduction index was 0,65 foal per year under natural mating system. Economic benefits were IDR 67.785.284/AU/year from andong, IDR 16.562.500/AU/year and IDR 265.201/AU/year from foals selling and bedding waste respectively and, average income was IDR 55.518.056/AU/year. Mare's reproduction index which usud as andong carriage tow in Yogyakarta Special Region were good enough with economic benefit which enough for daily stable's needs and give benefit to andong coachmen.

Kata Kunci : Kuda, produktivitas induk, andong

  1. S1-2020-399098-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399098-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399098-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399098-title.pdf