Karakteristik Arsitektur Bangunan Stasiun Lama dan Transformasinya Di Jalur Jombang Kota Hingga Tuban
PUNGKI INDRIATMIKO, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURBangunan stasiun yang ada di Indonesia memiliki nilai sejarah yang penting untuk didokumentasikan dan dipelajari sebagai dasar perkembangan transportasi masal di Indonesia saat ini. Bangunan stasiun menjadi bukti sejarah bahwa indonesia termasuk salah satu dari tiga negara yang memiliki transportasi angkutan masal yang dibawa oleh Pemerintah Hindia Belanda selama kependudukannya di Indonesia. Bangunan stasiun lama di jalur Jombang hingga Tuban merupakan jalur startegis yang menghubungkan kawasan hinterlan dengan kota- kota besar di daerah tersebut dan menjadi bagian penting dalam keterkaitan pemenuhan kebutuhan dan logistik yang dikirmkan dari daerah satu dengan yang lain melalui transportasi angkutan masal baik penumpang maupun angkutan barang. Bangunan stasiun lama menjadi menarik untuk dilihat karakteristik dan transformasi bangunan stasiun sebagai satu ilmu pengetahuan dalam bidang arsitektur. Karakteristik arsitektur stasiun dapat dilihat dari aspek ruang, fasad, dan ciri-ciri yang menjadi sebuah karakteristik yang mencerminkan bangunan stasiun dimasa itu. Stasiun pada saat itu merupakan sebuah icon dari satu wilayah dan menjadi penanda dari sebuah wilayah kota. Transformasi bangunan stasiun lama yang sudah tidak digunakan kembali menjadi stasiun berubah menjadi fungsi bangunan baru dengan fungsi yang bermacam-macam seperti rumah tinggal, pasar, bangunan dengan fungsi komersial. Perubahan perubahan atas fungsi yang baru dengan mengadopsi ruang yang bukan fungsinya menjadi satu ilmu pengetahuan baru bagaimana manusia beradaptasi dengan wadah yang bukan merupakan peruntukannya.
buildings in Indonesia have historical value which is important to be documented and studied as the basis for the development of mass transportation in Indonesia today. The station building is historical evidence that Indonesia was one of the three countries that had mass transportation brought by the Dutch East Indies Government during its occupation in Indonesia. The old station building on the Jombang to Tuban track is a strategic track that connects the hinterland area with major cities in the area and is an important part of the connection between the fulfillment of needs and logistics sent from one area to another through mass transportation, both passengers and freight. The heritage station building becomes interesting to see the characteristics and transformation of the station building as a science in architecture. The architectural characteristics of the station can be seen from the aspects of space, facade, and characteristics that reflect the station buildings at that time. The station at that time was an icon of an area and became a marker of a city area. The transformation of the heritage station building that was no longer used back into a station was transformed into a new building function with various functions such as residential houses, markets, buildings with commercial functions. Changes in changes to new functions by adopting a space that is not a function of it into a new science of how humans adapt to a container that is not their purpose.
Kata Kunci : stasiun, bangunan stasiun lama, karakteristik, transformasi, station, heritage station building, characteristics, transformation