Laporkan Masalah

MAKNA PUISI "SUQUTU AL-AQNI'ATI" DALAM DIWAN SAMIH AL-QASIM KARYA SAMIH AL-QASIM: ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE

M LABIB MUWAFFAQ H, Arief Budiman, S.S., M.A

2020 | Skripsi | S1 SASTRA ARAB

Puisi "Suqutu Al-Aqni'ati" merupakan salah satu puisi karya Samih Al-Qasim. Beliau merupakan salah seorang penyair Palestina yang dikenal dengan puisi perlawanannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotik yang berfungsi untuk mengetahui makna yang terkandung pada puisi "Suqutu Al-Aqni'ati" karya Samih Al-Qasim. Penelitian ini memanfaatkan dua metode analisis semiotik Riffaterre, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang mencakup pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Setelah dilakukan analisis dengan teori semiotik, diperoleh pemaknaan bahwa puisi ini berisi kebohongan-kebohongan yang selama ini ditutupi Israel dan sekutunya terhadap bangsa Palestina telah terbongkar. Hal itu dibuktikan dengan ditandatanganinya beberapa kesepakatan antara Israel dengan Palestina, seperti Balfour Declaration dan White Paper. Kesepakatan tersebut merupakan salah satu taktik Zionis Israel untuk menggulingkan bangsa Palestina. Puisi ini juga berisi semangat juang bangsa Palestina dalam mempertahankan kedaulatan tanah air mereka melawan penjajahan Zionis Israel, serta harapan bangsa Palestina kepada seluruh bangsa dan negara lain agar membantu bangsa Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka sebagai bangsa dalam suatu negara merdeka.

The poem "Suqutu al-Aqni'ati" is one of the poems by Samih Al-Qasim. He is a Palestinian poet known for his poetry of resistance. Poetry is a literary work that is rich in word meanings. Therefore, semiotic theory is used to interpret it. The method used is the Riffaterre semiotic method. In this study, two Riffaterre semiotic analysis methods were used, namely, expression discontinuity and semiotic reading which included heuristic reading and hermeneutic reading. After analysis, this poem contains the lies that have been uncovered by Israel and its allies against the Palestinian people. This is evidenced by the signing of agreements between Israel and Palestine, such as the Balfour Declaration and the White Paper. These agreements are one of Israeli Zionist tactics to overthrow the Palestinians. This poem also contains the fighting spirit of the Palestinians in defending the sovereignty of their homeland against the Zionist Israeli occupation, as well as the hopes of the Palestinians to all other nations and countries to help the Palestinians regain their rights as a nation in an independent state.

Kata Kunci : Puisi, Semiotik, Samih Al-Qasim, Palestina, Perlawanan

  1. S1-2020-399648-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399648-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399648-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399648-title.pdf