MANAJEMEN TIM SUKSES (Studi Kasus: Implementasi Konsepsi Dynamic Governance Dalam Manajemen Tim Sukses Dari Dr. H Agustian Budi Prasetya, MPA Pada Pileg 2019 Di Dapil V Jawa Tengah)
NUR KHOLISH ALI R, Miftah Adhi Ikhsanto, S.IP, Mi.OP
2020 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANStudi ini bermaksud untuk meneliti manajemen tim sukses calon legislatif dalam pemilihan umum legislatif (pileg) di Dapil V Jawa Tengah pada tahun 2019. Tujuannya ingin mengidentifikasi desain manajemen tim sukses dan memetakan potensi capaian dari desain manajemen tim sukses Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA pada pemilihan legislatif DPR RI dapil V Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil lokasi di dapil V Jawa Tengah yang meliputi wilayah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo dan Klaten, adapun Dapil V Jawa Tengah adalah daerah asal dari Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA. Namun pada pileg tahun 2014 Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA belum berhasil menduduki kursi wakil rakyat. Kegagalan pada periode lalu menjadikan bahan evaluasi dalam berbagai aspek, terutama pada komposisi tim sukses dan loyalitas kader/relawan. Pada periode ini, mulai banyak berbenah untuk mempersiapkan strategi baru terutama dalam pembentukan tim sukses dengan belajar dari pengalaman sebelumnya. Dengan mempergunakan metode kualitatif, penelitian ini kemudian memfokuskan pada pembentukan dan pengelolaan tim sukses. Kemudian fokus penelitian ini akan lebih melihat tentang bagaimana desain manajemen tim sukses. Untuk melihat dan menjelaskan implementasi konsepsi Dynamic Governance dalam manajemen tim sukses dari Dr. H Agustian Budi Prasetya, MPA pada Pileg 2019. Penelitian ini menggunakan 3 pendekatan utama dalam Dynamic Governance yaitu: Thingking Ahead (berpikir kedepan), Thingking Again (berpikir lagi), Thingking Across (berpikir lintas batas). Adapun kegagalan implementasi konsep Dynamic Governance dalam manajemen tim sukses Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA disebabkan oleh 2 faktor utama, Pertama yaitu faktor kepemimpinan menjadi bagian penting terutama pada alokasi waktu menjadi ketua tim sukses sekaligus menjadi calon legislatif (caleg) belum berjalan maksimal. Metode koordinasi yang masih kacau sekaligus ketegasan pemimpin dalam megambil keputusan menjadi faktor kunci gagalnya penerapan konsep dynamic governance. Kedua adalah faktor kepentingan individu dalam tim sukses membuat keadaan menjadi tidak kompak dan solid. faktor merasa paling berpengaruh pada tiap divisi menjadikan suasana tim menjadi tidak harmonis Selain itu hal tersebut membuat dampak kurang baik dalam membangun trust kepada tandem caleg daerah sehingga strategi kolaborasi belum berjalan maksimal.
This study intends to examine the successful team management of legislative candidates in the legislative elections in Election District V Central Java in 2019. The aim is to identify the design of successful team management and map the potential achievements of the design team management success Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA in the legislative election of the DPR RI in electoral district V of Central Java. This research takes place in the constituency V of Central Java, which covers the areas of Surakarta, Boyolali, Sukoharjo and Klaten, while the district electoral area of Central Java is Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA. But in the 2014 legislative election Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA has not succeeded in occupying the seat of people's representatives. Failures in the past period have made evaluation material in various aspects, especially in the composition of the successful team and the loyalty of cadres/ volunteers. In this period, many began to clean up to prepare new strategies, especially in the formation of a successful team by learning from previous experience. Using qualitative methods, this research then focuses on the formation and management of successful teams. Then the focus of this research will look more at how successful team management designs. To see and explain the implementation of the concept of Dynamic Governance in the successful management team of Dr. H Agustian Budi Prasetya, MPA in legislative elections 2019. This study uses 3 main approaches in Dynamic Governance, namely: Thingking Ahead (thinking ahead), Thingking Again (thinking again), Thingking Across (thinking across borders). The failure of the implementation of the concept of Dynamic Governance in successful team management Dr. Agustian Budi Prasetya, MPA is caused by 2 main factors, First, namely, the leadership factor becomes an important part, especially in the allocation of time to become the leader of the success team as well as being a legislative candidate (legislative candidate) that has not been running optimally. Coordination method which is still chaotic, as well as the firmness of the leader in making decisions, is a key factor in the failure of the application of the concept of dynamic governance. Second is the individual interest factor in a successful team to make the situation become not compact and solid. the factors that felt most influential in each division made the team's atmosphere not harmonious. Besides, it made the impact less good in building trust in tandem regional legislative candidates so that the collaboration strategy had not run optimally.
Kata Kunci : Pemilihan Legislatif, Calon Legislatif, Manajemen Tim Sukses.