Laporkan Masalah

ANALISIS DAN PEMODELAN SPASIAL NILAI TANAH PASCA PELAKSANAAN KONSOLIDASI TANAH (Studi Kasus : Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul)

AGATHA ASTRISELE, Dr.Eng. Purnama B. Santosa, ST., M.App.Sc.

2020 | Tesis | MAGISTER TEKNIK GEOMATIKA

Tanah adalah sumber daya dengan ketersediaan terbatas, tetapi permintaan selalu meningkat. Konsolidasi Tanah adalah kegiatan penataan yang dapat menjadi alternatif dalam perencanaan pembangunan. Konsolidasi Tanah di Desa Gadingsari adalah program pemerintah Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada tahun 2017 yang berlokasi di Desa Nanggulan, Patihan, dan Wonoroto dengan melibatkan 197 bidang tanah, 172 peserta konsolidasi lahan dan dengan luas lahan 111.467 m2 . Kondisi bidang setelah proses Konsolidasi Tanah memiliki akses untuk semua bidang tanah. Konsolidasi Tanah memiliki aksesibilitas yang baik dan bentuk tanah yang lebih teratur akan memicu peningkatan nilai tanah. Peningkatan nilai tanah yang disebabkan Konsolidasi Tanah dapat ditunjukkan dengan memodelkan nilai tanah sebelum dan sesudah konsolidasi tanah. Salah satu metode yang sering digunakan dalam pembuatan model nilai tanah adalah metode Regresi Linier Berganda. Selain metode Regresi Linier Berganda, dalam penelitain ini juga digunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) dimana aspek lokasi data berpengaruh terhadap proses pemodelan. Dalam kedua metode yang digunakan, harga tanah dilibatkan sebagai variabel dependen dan variabel independen. Model yang terbentuk kemudian digunakan untuk menghitung estimasi nilai tanah sehingga dapat dibandingkan nilai tanah pada tahun 2018 jika tanpa pelaksanaan Konsolidasi Tanah dan jika dilakukan Konsolidasi Tanah. Nilai estimasi tanah pada tahun 2018 yang dihasilkan oleh model nilai tanah Regresi Linear Berganda jika tanpa pelaksanaan konsolidasi tanah berkisar antara - Rp. 50.000 - Rp. 303.000 dan jika dilakukan konsolidasi tanah tanah berkisar antara -Rp.274.000 - Rp. 560.000. Metode Geographically Weighted Regression menunjukkan bahwa nilai tanah estimasi pada tahun 2018 jika tanpa pelaksanaan konsolidasi tanah berkisar antara Rp.74.460 - Rp.132.206., dan jika dilakukan konsolidasi tanah tanah berkisar antara Rp.84.775 - Rp.531.789. Metode Regresi Linear Berganda dan Geographically Weighted Regression masing-masing memiliki persamaan umum yang hampir sama, namun memiliki proses perhitungan yang berbeda. Jumlah persamaan yang dihasilkan metode Regresi Linear Berganda menghasilkan satu persamaan, sedangkan Geographically Weighted Regression menghasilkan banyak persamaan yang bersifat dependen lokasi data input. Sehingga memungkinkan terjadinya perbedaan model nilai tanah yang dihasilkan dari kedua metode.

Land is a resource with limited availability, but demand is always increasing. Land Consolidation is an arrangement activity that can be an alternative in development planning. Land Consolidation in Gadingsari Village is a Bantul Regency government program implemented in 2017, located in Nanggulan, Patihan and Wonoroto Villages involving 197 land parcels, 172 land consolidation participants and with a land area of 111,467 m2 . Plot conditions after the land consolidation process have access to all land parcels. Land consolidation has good accessibility and a more organized plot of land will trigger an increase in land value. The increase in land value caused by Land Consolidation can be shown by modeling land values before and after land consolidation. One method that is often used in modeling soil values is the method of multiple linear regression. In addition to the Multiple Linear Regression method, this research also uses the Geographically Weighted Regression (GWR) method in which the aspect of the location of the data affects the modeling process. In both methods used, land price is included as the dependent variable and the independent variable. The model formed is then used to calculate the estimated land value so that it can be compared to land values in 2018 without land consolidation and if land consolidation is carried out. The estimated land value in 2018 generated by the Multiple Linear Regression land value model without the implementation of land consolidation ranges from -Rp.50,000 - Rp. 303,000 and if the land is consolidated, the land ranges from -Rp.274,000 - Rp. 560,000. The Geographically Weighted Regression (GWR) method shows that the estimated land value in 2018 without the implementation of land consolidation ranges from Rp.74,460 - Rp.132,206., And if the land consolidation is carried out, it ranges from Rp.84,775 - Rp.531,789. The Multiple Linear Regression and Geographically Weighted Regression methods each have almost the same general equation but have different calculation processes. The number of equations generated by the Multiple Linear Regression method produces one equation, while Geographically Weighted Regression produces many equations that are dependent on the location of the input data. So that it is possible to have differences in the soil value model resulting from the two methods.

Kata Kunci : Konsolidasi Tanah, Desa Gadingsari, Pemodelan Nilai Tanah, Regresi Linear Berganda, Geographycally Weighted Regression

  1. S2-2020-437530-abstract.pdf  
  2. S2-2020-437530-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-437530-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-437530-title.pdf