Laporkan Masalah

PENERIMAAN ROYALTI MELALUI KEPEMILIKAN INTERNATIONAL STANDARD RECORDING CODE DAN KEPEMILIKAN HAK CIPTA DALAM PRODUK REKAMAN SUARA

SHADIA WIDYADARI K, Copyright, International Standard Recording Code, Royalty, Audio Recording

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Penulisan hukum ini berangkat dari permasalahan tentang isu-isu yang kerap ditemukan dalam klaim royalti suatu produk rekaman yaitu ketidakakuratan data pemutaran dan produk rekaman suara yang tidak didaftarkan. Kehadiran hak cipta dan kode ISRC hadir menjadi solusi, namun dualitas tersebut dapat saling menguatkan namun juga dapat saling bertabrakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Normatif Yuridis yaitu penelitian deskriptif yang meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder. Penelitian dilaksanakan dengan meneliti UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan ISRC Handbook resmi dari IFPI dan dilengkapi dengan wawancara bersama ASIRI, INSIDE Agregrator Musik, dan JUNI Records selaku pelaku industri. Penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan kode ISRC efektif menjadi dasar untuk klaim royalti dari hasil distribusi Produk rekaman suara secara digital. Sedangkan kepemilikan hak cipta efektif menjadi dasar untuk klaim royalti dari hasil lisensi dari performing rights dan publishing rights yang terdapat pada Produk rekaman suara. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam hal pemilik hak cipta dan pemilik kode ISRC atas suatu Produk rekaman suara berbeda, ada dua permasalahan hukum yang dapat timbul yaitu pembayaran yang tidak sesuai pada keadaan penerima dan/atau double claim royalti.

This thesis raises the concern of issues that are often found in royalty claims of sound recordings, including the inaccuracy of playback data and unregistered sound recordings. The existence of copyright and ISRC comes as a solution, but the duality of their existence can either reinforce or clash with one another. The research method used is Juridical Normative, descriptive research that examines library materials or secondary materials. The research was conducted by examining Law no. 28 of 2014 on Copyright and the official ISRC Handbook from IFPI and completed with interviews with ASIRI, INSIDE Music Aggregator, and JUNI Records as industry players. This research found that the ownership of ISRC is effectively used as a basis for claiming royalties from sound recording’s digital distributions. Meanwhile, copyright ownership is the basis for claiming royalties from sound recording’s performing rights and publishing rights licenses. This research also found that if the copyright owner and the ISRC code owner for a sound recording product are different, there are two legal problems that can arise, including improper payment and/or double claim royalties.

Kata Kunci : Hak Cipta, International Standard Recording Code, Royalti, Produk Rekaman Suara

  1. S1-2020-393625-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393625-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393625-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393625-title.pdf