ANALISIS KESIAPAN UMKM DALAM MENDUKUNG KETAHANAN RANTAI PASOK SEBELUM MENGHADAPI PANDEMIK COVID-19 DI DIY
LINDA KURNIAWATI, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D.,
2020 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses persiapan para pelaku UMKM di DIY dalam mendukung ketahanan rantai pasok sebelum menghadapi pandemik COVID-19 pada tahun 2020 dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesiapan para pelaku UMKM di DIY dalam mendukung ketahanan rantai pasok sebelum menghadapi pandemik COVID-19 atau bencana. Desain dari penelitian ini yaitu berupa studi kasus dan dilakukan dengan strategi deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu menggunakan wawancara dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian ditranskripsi dan di-coding. Hasil dari transkrip dan coding selanjutnya dimasukkan pada proses analisis data berupa template analysis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa proses persiapan yang dilakukan oleh para pelaku UMKM di DIY dalam mendukung ketahanan rantai pasok sebelum menghadapi pandemik COVID-19 bermacam-macam. Sebagian besar informan telah memiliki firasat atau membaca tanda-tanda akan terjadinya pandemik COVID-19 di Indonesia, namun hanya sebagian kecil informan yang mengungkapkan bahwa mereka merasa telah mampu melakukan persiapan awal menghadapi bencana tersebut. Persiapan tersebut berupa penambahan ataupun pengurangan stok bahan baku ketika mengetahui tanda-tanda atau firasat akan terjadinya pandemik COVID-19 di Indonesia, kepemilikan pemasok utama dan cadangan, kepemilikan pelanggan setia, peningkatan keamanan melalui strategi kerja sama dengan mitra rantai pasok dan keamanan fisik, serta pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi yang dapat diakses dari telepon genggam untuk mencari informasi atau berita mengenai pandemik COVID-19 dan juga mengabarkan kepada pemasok serta konsumennya. Sedangkan persiapan berupa pelatihan manajemen risiko dan kolaborasi hanya dilakukan oleh sebagian kecil informan. Sementara itu sebagian besar informan merasa tidak siap dan tidak ada kesiapan apapun dalam menghadapi pandemik COVID-19. Kurangnya kesiapan yang dimiliki oleh perusahaan dalam menghadapi pandemik atau bencana yang terjadi menyebabkan perusahaan tidak mampu mempertahankan rantai pasoknya dan hal tersebut berdampak pada meningkatkatnya kerugian yang dialami perusahaan itu sendiri. Untuk meningkatkan kesiapan para pelaku UMKM dalam menghadapi pandemik ataupun bencana tersebut, maka dibutuhkan suatu strategi dalam hal mendukung ketahanan rantai pasok sebelum suatu bencana atau pandemik terjadi yaitu berupa strategi proaktif. Strategi proaktif merupakan strategi yang digunakan perusahaan dalam mengantisipasi dan menetapkan langkah-langkah terencana untuk mencegah dan menanggapi suatu kejadian atau gangguan. Strategi tersebut dapat didukung dengan berbagai investasi yang dimiliki oleh perusahaan.
This research aimed to analyse the preparation processes of Micro, Small and Medium Enterprises (MSME's) actors in supporting the supply chain resilience before encountering the COVID-19 pandemik in 2020 in Indonesia and to develop the strategy to improve the readiness of MSME's owners of DIY in supporting the supply chain resilience before encountering the COVID-19 pandemik or a disaster. The research design was in the form of case study and used qualitative descriptive strategies. The data collection method was done by interview and observation. The collected data then transcribed and coded. The result of the transcription and coding was processed through data analysis in the form of template analysis. Referring to the research, it was known that there were various preparation processes done by the MSME's actors in DIY in supporting the supply chain resilience before encountering the COVID-19 pandemik. Most of the informants had the feeling and knew the signs of the COVID-19 pandemik hitting Indonesia, but only a few of them who admitted ready to proceed the preliminary preparations in encountering the pandemik. The preparations were the process of increasing or decreasing the raw material stocks when knowing the signs of the COVID-19 pandemik hitting Indonesia, the ownership of main and backup suppliers, the ownership of loyal customers, the safety enhancement through partnership strategy with supply chain partners and physical safety, as well as the implementation of information technology in the form of an application that is accessible in mobile phones to find information or news regarding COVID-19 pandemik and to inform the owners' suppliers & customers. Meanwhile, the preparation in the form of risk management training and collaboration were implemented by only a few of the informants. Apart from that, most informants felt unprepared and had no precaution to encounter the COVID-19. The unpreparedness of the company's owners in encountering the pandemik or a disaster led to the inability of the companies to sustain the supply chain resilience and it affected the accumulation of the company's loss. In purpose to increase the readiness of the MSME's actors in encountering the pandemik or a disaster, a strategy would be required in supporting the supply chain resilience before a pandemik or a disaster happens, which is called by a proactive strategy. A proactive strategy is a strategy that can be used by companies' owners in anticipating and deciding the prepared acts to prevent and respond on a situation or issue. The aforementioned strategy can be supported by various investments that are possessed by the companies.
Kata Kunci : Ketahanan Rantai Pasok, Strategi Proaktif, Template Analysis, UMKM, COVID-19