AUTHORIAL IDENTITY IN RESEARCH ARTICLES: EXPLORING "SELF" IN ENGLISH AND INDONESIAN
ANANDYA ASPRILLIA, Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKStudi tentang keberadaan dan identitas penulis telah dilakukan dalam banyak bahasa di dunia. Namun penelitian serupa jarang ditemukan di Indonesia. Mengingat banyak penelitian yang melaporkan manfaat mengungkapkan persona penulis dan yang mendapat pengetahuan baru dari komunitas akademik tertentu, maka penelitian serupa dalam bahasa Indonesia sangat diperlukan. Dengan melakukan analisis komparatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentukbentuk linguistik yang digunakan untuk mengungkapkan identitas pengarang dan untuk mengeksplorasi identitas yang disajikan oleh bentuk-bentuk linguistik tersebut dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Data korpus dibuat dari artikel ilmiah berbahasa Inggris dan Indonesia yang terindeks SCOPUS. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan we dalam artikel ilmiah bahasa Inggris menunjukkan nilai kolektivitas sebagai hasil kolaborasi antara penulis. Sedangkan peneliti, sebagai pronomina yang paling sering ditemukan dalam artikel ilmiah Bahasa Indonesia, menunjukkan ketidaklangsungan sebagai karakter komunitas akademik Indonesia. Menggunakan kerangka kerja yang dimodifikasi dari Tang dan John (1999), dan Starfield dan Ravelli (2006), the recounter of research process menjadi identitas tertinggi yang ditemukan sementara the reflecter menjadi identitas yang paling sedikit diekspresikan dalam kedua korpora. Singkatnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis artikel ilmiah Bahasa Inggris lebih interaktif daripada penulis artikel ilmiah Bahasa Indonesia, yang ditunjukkan oleh banyaknya penggunaan pronomina penulis dalam artikel ilmiah Bahasa Inggris.
The study of authorial presence and identities have been conducted in many languages in the world. However, a similar study was rarely found in Indonesian. Considering numbers of studies have reported the benefits of expressing the authors' persona and have discovered knowledge of the certain academic community, thus, a similar study is urgently needed in Indonesian. Carrying a comparative analysis, this study aimed to find out the linguistic forms used to express the authorial identities and to explore the identities served by the linguistic forms in English and Indonesian. Corpus data were made from SCOPUS-indexed English and Indonesian Research Articles. This study shows that the prevalent use of we in English RAs (Research Articles) suggests the collectivity occurs as the result of the collaboration between the authors. While peneliti, as the most frequent reference used in Indonesian RAs, indicates indirectness as the character of the Indonesian academic community. Using the modified frameworks from Tang and John (1999) and Starfield and Ravelli (2006), the recounter of the research process was found to be the highest identity found while the reflecter becomes the least identity expressed in both corpora. To sum up, the results denote that the authors of English RAs were more interactive than the authors of Indonesian RAs, indicated by the frequent use of authorial references in English RAs.
Kata Kunci : authorial presence, authorial identity, academic writing, academic discourse analysis