Laporkan Masalah

Pengaruh Inflasi dan Determinan Pembentuk Pembangunan Sektor Keuangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia 1980-2015

CLARA ANGGIT P, Amri Anjas Asmara, M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Proposisi finance led growth yang diperkenalkan oleh Schumpeter (1911) menyatakan peran penting sektor keuangan dalam pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut mengarah pada kebijakan liberalisasi keuangan yang dilakukan banyak negara berkembang melalui pembangunan di sektor keuangan. Di sisi lain, inflasi sebagai indikator makroekonomi cenderung menciptakan ketidakpasatian dan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang menurun. Kedua studi terkait inflasi dan pembangunan keuangan secara terpisah telah banyak diketemukan pada literatur terdahulu, akan tetapi evolusi bersama di antara inflasi, pembangunan sektor keuangan, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia belum banyak diketemukan. Padahal, inflasi dan pembangunan sektor keuangan secara potensial memiliki keterkaitan dalam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan mekanisme inflasi dalam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melibatkan peran dari sektor keuangan. Menggunakan ARDL-ECM pada data runtut waktu periode 1980-2015, secara khusus penelitian ini ditujukan untuk melihat pengaruh inflasi dan determinan pembentuk pembangunan sektor keuangan dalam memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitain ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang pengaruh positif pembangunan sektor keuangan tidak mampu mengkompensasi dampak negatif inflasi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini turut mengonfirmasi dampak negatif dari krisis moneter pada tahun 1997 terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara berbeda, penelitian ini memberikan pandangan baru analisis sektor keuangan yang melibatkan penggunaan Principal Component Analysis (PCA) dalam membangun indeks pembangunan sektor keuangan yang terdiri dari faktor-faktor yang menjelaskan industri perbankan berupa liquid liabilities (%PDB), deposit money banks'assets(%PDB), dan private credit by deposit money banks(%PDB).

Finance led growth proposition introduced by Schumpeter (1911) state that financial sector plays an important role to economic growth. Then, many developing countries create financial liberalization policies with a purpose to develop financial sector. On the other hand, inflation as macroeconomic indicator tends to create uncertainty and leads to economic growth reduction. Studies about financial development only or inflation only can be found easily from the literatures, but the evolution between inflation, financial sector development, and economic growth in Indonesia is rare. Meanwhile, the inflation and financial development are linked and have an impact to economic growth. This can be happened because inflation affects economic growth through financial development. Using ARDL-ECM time series data in the period 1980-2015, this research explores the effect of inflation and financial development to economic growth in Indonesia. This research shows that in a long-time period, the positive effects of financial development can not compensate the larger negative impact of inflation to economic growth. This research also shows that monetary crisis in 1997 reduce economic growth. In a different way, this paper provides a different analysis of financial development by using Principal Component Analysis (PCA) in building a financial development index that consist of liquid liabilities (%GDP), deposit money banks'assets(%GDP), and private credit by deposit money banks(%GDP).

Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi, perkembangan sektor keuangan, inflasi, ARDL, PCA

  1. S1-2020-393264-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393264-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393264-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393264-title.pdf