Laporkan Masalah

PENGARUH PERSEPSI RISIKO DAN PERSEPSI KEUNTUNGAN TERHADAP RETENSI PELANGGAN PENGGUNA OBAT SWAMEDIKASI

FERIKO ILHAM AZHARI, Sari Winahjoe Siswomihardjo, Dr., M.B.A

2020 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

ABSTRAK Pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah perilaku kesehatan oleh masyarakat dalam menggunakan obat untuk mengobati penyakit ringan, tanpa intervensi dokter ataupun resep. Pengobatan swamedikasi memiliki manfaat mempermudah penyembuhan gejala ringan dari penyakit tanpa perlu ke dokter dan menghemat biaya yang akan dikeluarkan oleh konsumen. Manfaat tersebut disebut dengan persepsi keuntungan, dimana yang berarti manfaat positif yang akan didapatkan oleh konsumen jika menggunakan pengobatan swamedikasi tersebut. Pengobatan swamedikasi juga memiliki kelemahan jika terjadi kesalahan dalam perawatan akan mengeluarkan biaya dan waktu yang lebih menuju kesembuhan dari konsumen tersebut. Berdasarkan dari penelitian pendahuluan yang dilakukan kepada 15 orang di daerah DIY Yogyakarta, kebiasaan tidak membaca kandungan dan efek samping dari obat tersebut menjadi salah satu poin yang membuat konsumen tidak menggunakan obat swamedikasi secara benar. Dengan konsumen tidak membaca kandungan dan efek samping tersebut terjadilah persepsi risiko konsumen. Dari persepsi risiko dan keuntungan tersebut akan berpengaruh kepada kepercayaan konsumen terhadap produk swamedikasi. Dan dari kepercayaan akan berpengaruh kepada retensi konsumen ke produk tersebut. Metode pengujian hipotesis akan menggunakan uji validitas dan reliabilitas dari 190 responden pria dan wanita domisili DIY Yogyakarta dengan tingkat pendidikan bervariasi dari tamat SMA sampai jenjang kuliah S2 dan dari rentang umur 16-59 tahun. Kemudian akan dilanjutkan dengan analisis regresi linear. Jumlah dari variabel yang akan diuji ada empat yaitu variabel Persepsi Risiko, Persepsi Keuntungan, Kepercayaan, dan Retensi. Kata Kunci: Swamedikasi, Persepsi Risiko, Persepsi Keuntungan, Kepercayaan, Retensi

ABSTRACT Self-medication is a health behavior by the community in using drugs to treat minor illnesses, without doctor or prescription intervention. Self-medication has the benefit of facilitating the healing of mild symptoms of the disease without the need to see a doctor and saving costs incurred by consumers. This benefit is called perceived benefits, which means the positive benefits that consumers will get if they use these self-medicated treatments. Self-medication also has the disadvantage that if there is an error in treatment it will cost more and time to heal the consumer. Based on a preliminary research conducted on 15 people in the Yogyakarta Special Region, the habit of not reading the ingredients and the side effects of these drugs are among the points that keep consumers from using self-medicated drugs correctly. Consumers not reading the contents and side effects of consumers' perceived risks. The perceived risks and benefits will affect consumer confidence in self-medicated products. And trust will affect consumer retention to the product. The hypothesis testing method will use the validity and reliability test of 190 male and female respondents who live in Yogyakarta Yogyakarta with varying levels of education from high school to postgraduate level and from the age range of 16-59 years. Then it will be followed by linear regression analysis. The number of variables to be tested is four, namely variables of Perception of Risk, Perception of Profits, Trust, and Retention. Keywords: Self-medication, Perceived Risk, Perceived Benefit, Trust, Consumer Retention

Kata Kunci : Swamedikasi, Persepsi Risiko, Persepsi Keuntungan, Kepercayaan, Retensi

  1. S1-2020-348392-abstract.pdf  
  2. S1-2020-348392-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-348392-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-348392-title.pdf