Tinjauan Yuridis terhadap Pengalihwujudan Potret menjadi Lukisan Karikatur dengan Tujuan untuk Promosi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta
MEITA REFORMASI, Dr. Hariyanto, S.H., M.Kn.
2020 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji ruang lingkup pengalihwujudan potret menjadi lukisan karikatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta mengetahui dan mengkaji peran dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memberikan perlindungan hak-hak pencipta atas karya ciptanya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif empiris. Penelitian normatif dilakukan dengan menganalisis bahan pustaka. Penelitian empiris dilakukan melalui wawancara kepada responden yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan narasumber yakni Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta. Data disusun secara sistematis untuk kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditarik kesimpulan dengan menggunakan cara berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tidak mengatur secara jelas mengenai pengalihwujudan, baik secara definisi, ruang lingkup maupun standar baku suatu karya cipta dapat dikatakan sebagai karya hasil tindakan pengalihwujudan, akan tetapi jika ditinjau dari penjelasan yang ada pada Pasal 40 ayat (1) huruf n Undang-Undang Hak Cipta, maka lukisan karikatur dapat dikatakan sebagai suatu karya hasil tindakan pengalihwujudan karena telah mengalami perubahan bentuk karya cipta yang sebelumnya merupakan karya potret kemudian berubah bentuk menjadi lukisan karikatur. Kedua, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta dalam melindungi hak pencipta memiliki peran yang pasif, yakni dapat bertindak setelah mendapatkan aduan dari masayarakat terlebih dahulu bahwa telah terjadi dugaan pelanggaran hak cipta.
The research aims to study and review picture transformation into caricature painting based on Law Number 28 year 2014 about Copyright, and to know the role of Ministry of Law and Human Rights Yogyakarta Regional Office in giving the protection of creators� rights of their creation. The research is normative empirical research. Normative is conducted by analyzing the literature materials. Empirical is conducted by interviewing respondents in Yogyakarta and Ministry of Law and Human Rights Yogyakarta Regional Office. Data compiled systematically and analyzed qualitatively, then concluded with deductive thinking. The first result is Law Number 28 Year 2014 about Copyright does not regulate clearly whether creation can be categorized as transformation, in terms of definition, scope and standard. However, the description of Article 40 verse (1) letter n of Copyright Law, describes that caricature painting can be categorized as transformation because there is change of previous creation, that is portrait, into caricature painting. Second, Ministry of Law and Human Rights Yogyakarta Regional Office plays passive role, they only act if people complain about copyright violation.
Kata Kunci : pengalihwujudan, hak cipta, potret/ transformation, copyright, picture