Laporkan Masalah

Analisis Waktu dan Biaya Akibat Perubahan Desain Jalur Tanjakan pada Zona Timur Proyek Pembangunan Fly Over Tanjung Barat di Jakarta Selatan

HANA RIZKA SAFITRI, Ir. Bambang Herumanta, MT

2020 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Proyek Pembangunan Fly Over Tanjung Barat merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Tanjung Barat dan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Jalan tersebut memiliki perlintasan sebidang dengan jalan kereta api yang memiliki aktivitas KRL (Kereta Rel Listrik) sangat padat sehingga dapat membahayakan para pengguna jalan jika lalu lintas putar balik melewati jalan kereta masih digunakan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya terdapat sebuah permasalahan dimana masyarakat Poltangan melakukan aksi unjuk rasa karena merasa tidak dapat menggunakan fly over secara maksimal. Akhirnya, dilakukan perubahan desain jalur tanjakan fly over pada Zona Timur. Perubahan desain tersebut akan menyebabkan penundaan pekerjaan dan biaya kerugian proyek karena beberapa pekerjaan bore pile serta kolom pile slab telah terlaksana. Oleh karena itu, penelitian Proyek Akhir ini perlu dilakukan untuk menganalisis perubahan waktu dan biaya kerugian akibat perubahan desain. Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) digunakan untuk mengidentifikasi jalur lintasan kritis, waktu penyelesaian dan persentase probabilitas keberhasilan proyek. Setelah itu, estimasi biaya kerugian pada proyek dapat diketahui dengan perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dari hasil perhitungan pada penelitian Proyek Akhir ini, diperoleh bahwa Proyek Pembangunan Fly Over Tanjung Barat akan mengalami keterlambatan selama 3 minggu dari waktu rencana 60 minggu yang jatuh pada bulan Desember 2020. Dengan begitu, probabilitas keberhasilan proyek tersebut sebesar 91,92 %, risiko keterlamatan 8,08 % dan biaya kerugian Rp1.387.628.707,00. Setelah dilakukan optimasi pekerjaan, biaya kerugian menjadi Rp1.365.978.083,00.

The Tanjung Barat Fly Over Construction is one of the ways to reduce traffic density on Tanjung Barat and Pasar Minggu roads, South Jakarta. These roads have a level crossing with a railroad that has crowded activites of KRL (Electric Rail Train). So, it can be dangerous for its users if U-turn traffic through that railroad is still used. However, in its implementation, there was a problem with the Poltangan Society. They held big demonstration because the assumption that they can not optimally use the fly over. In the end, upward road design of fly over has changed in East Zone. The design change might cause the work delays and cost project losses because some works of bore pile and pile slab column have been carried out. So, this Final Project research should be done to analyze the change of time and cost. PERT (Program Evaluation and Review Technique) method is used to identify critical path, completion time and the percentage of project probability. After that, the estimated cost of the cost project losses can be determined by Budget Plan calculation based on Government Regulations. From the result of calculations in this Final Project research, obtained that the Tanjung Barat Fly Over Construction was expected to be 3 weeks delay from the planned time of 60 weeks which falls in December 2020. Therefore, the project probability is 91,92 % with a delayed risk of 8,08 % and cost project losses of IDR 1.387.628.707,00. But it can be minimized by optimizing road equipment and utility works so the project can be on time and the cost project losses becomes IDR 1.365.978.083,00.

Kata Kunci : Fly Over, Waktu, Biaya, Metode PERT, RAB

  1. D4-2020-400570-abstract.pdf  
  2. D4-2020-400570-bibliography.pdf  
  3. D4-2020-400570-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2020-400570-title.pdf