Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi, Kebiasaan Jajan dan Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Asupan Zat Gizi Siswa Menengah Pertama Daerah Pedesaan dan Perkotaan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
KUSUMANING DYAH P, Setyo Utami Wisnusanti, S.Gz., MPH; Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes
2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang: Status gizi remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya asupan makanan. Pemenuhan asupan makanan dapat dipenuhi oleh beberapa hal seperti kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan dan karakteristik sosial ekonomi. Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan dan karakteristik sosial ekonomi dengan asupan zat gizi pada siswa menengah pertama. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 109 siswa di SMPN 1 Imogiri dan SMPN 2 Yogyakarta dari April hingga Agustus 2020. Instrumen penelitian berupa kuesioner, FFQ jajanan, 24-h food recall. Variabel bebas adalah kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan dan karakteristik sosial ekonomi. Variabel terikat adalah asupan zat gizi. Analisis data dilakukan dengan Independent t-test, One Way ANOVA dan korelasi Rank Spearman. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi (p=0,517), frekuensi jajan (p=0,170), uang saku (p=0,447), lokasi tinggal (p=0,649), pendidikan orang tua (p=0,701 dan p=0,102), pekerjaan orang tua (p=0,791 dan p=0,912) dan pendapatan keluarga (p=0,493) dengan asupan zat gizi, namun terdapat hubungan antara kontribusi energi jajan (p=0,003) dengan asupan zat gizi. Simpulan: Terdapat hubungan antara kontribusi energi jajan dengan asupan zat gizi.
Background: Adolescents nutritional status can be influenced by several factors, one of them is food intake. Breakfast habits, snack habits and socio-economic characteristics can fulfill daily food intake. Objective: To determine the relationship between breakfast habits, snack habits and socio-economic characteristics with nutrient intake in junior high school students. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 109 students who studied at Junior High School 1 Imogiri and Junior High School 2 Yogyakarta, from April to August 2020. Data were collected using questionnaire, snacks FFQ, and 24-h food recall. Independent variables are breakfast habits, snack habits, and socio-economic characteristics. Dependent variable is nutrient intake. Data analysis was performed by Independent t-test, One Way ANOVA and Rank Spearman correlation. Result: There is no relationship between breakfast habits (p=0,517), snack frequency(p=0,170), amount of pocket money (p=0,447), live location (p=0,649), parental education (p=0,701 and p=0,102), parental occupation (p=0,791 and p=0,912) and family income (p=0,493), but there is relationship (p=0,003) between snack's energy contribution with nutrient intake. Conclusion: There is relationship between snack's energy contribution with nutrient intake.
Kata Kunci : kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan, karakteristik sosial ekonomi, asupan zat gizi, siswa menengah pertama