Romantisasi Perilaku Kekerasan oleh Media: Analisis Naratif Penggambaran Romantisme Kekerasan Pasangan Intim dalam Drama Korea The Heirs (2013)
PRISCILA ASOKA K, Lidwina Mutia Sadasri, S.IP., M.A.
2020 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIHubungan romantis kerap kali digambarkan sebagai suatu idealisme yang indah. Namun, data membuktikan bahwa banyak perempuan yang pernah berada dalam hubungan romantis juga pernah mengalami kekerasan fisik, emosional, dan/atau seksual oleh pasangan intimnya. Romantisasi terhadap hubungan pasangan intim yang mengandung kekerasan dicerminkan dalam media massa. Media massa seperti konten audio-visual berperan membentuk sekaligus merefleksikan kehidupan sosial, sehingga romantisasi yang digambarkan dalam konten audio-visual kemudian dikonsumsi oleh audiens dan lantas melanggengkan sudut pandang bahwa perilaku kekerasan tertentu merupakan suatu hal yang lazim - bahkan romantis - alih-alih sesuatu yang berbahaya. Realitas tersebut dapat ditemukan dalam konten audio-visual drama Korea. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui narasi penggambaran kekerasan pasangan intim sebagai romansa dalam drama Korea The Heirs (2013). Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis naratif model 7 Karakter Propp dan Relasi Aktan Greimas, yang menekankan pada karakter-karakter dalam drama. Hasil penelitian mendapati The Heirs melakukan pencitraan romantis terhadap perilaku kekerasan melalui penetapan tokoh utama laki-laki sebagai subjek yang memaksakan hubungan tanpa menerima penolakan. Selain itu, dalam penelitian ini pun ditemukan bahwa pesan romantisasi kekerasan diperkuat dengan penyajian tokoh utama perempuan sebagai objek yang menyampaikan penolakan atau keberatan hanya untuk memberi tokoh laki-laki sensasi pengejaran. Temuan dalam The Heirs ini koheren dengan konsep media yang diromantisasi (romanticized media), khususnya konsep penggambaran romantisme kekerasan pasangan intim.
Romantic relationships are often portrayed as a beautiful idealism. However, existing data claimed a vast number of women who had ever been in an intimate relationship also have experienced physical, emotional, and/or sexual violence by a partner. Romanticization towards intimate partner relationships which contained violence are depicted in mass media. Mass media such as audio-visual content play a part in shaping as well as reflecting social life, resulting in portrayal of romanticization within audio-visual content being consumed by audience and thus perpetuate the point of view that certain violence are something common - even romantic - instead of harmful. Such reality can be found in Korean dramas audio-visual content. This study aimed to recognize the narration of portrayal of intimate partner violence as romance in Korean drama The Heirs (2013). Qualitative method was used with Propp's 7 Characters and Greimas' Actantial narrative analysis model, which emphasized on the characters written in a drama. Results found how The Heirs projected romantic imagery towards abusive traits by establishing the male main character as a subject who forced a relationship without accepting rejection. Moreover, this study also found that romantizication of abuse was amplified with the depiction of female protagonist as an object who expressed her reluctance and objection just to give the male character the thrill of the chase. This finding in The Heirs was coherent with the concept of romanticized media, particularly the concept of portraying romanticization of intimate partner violence. Keyword: romanticization, intimate partner violence, narrative analysis, Korean drama
Kata Kunci : romantisasi, kekerasan pasangan intim, analisis naratif, drama Korea