TRANSFORMASI SPASIAL DAN ARAH PERKEMBANGAN KOTA AMBON TAHUN 1999-2019
ELVIRA F METEKOHY, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D
2020 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota Ambon adalah bagian dari Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) yang berdasarkan letak geografis dan administrasi dikelompokan menurut potensi dan sumber dayanya. Perkembangan Kota Ambon yang linier mengikuti pesisir pantai dengan terbatasnya lahan yang dominan dengan topografi datar-landai. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah menggambarkan perkembangan Kota Ambon berdasarkan transformasi spasial Kota Ambon tahun 1999-2019 dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi spasial Kota Ambon tahun 1999-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif kualitatif, dan metode analisis overlay/superimpose yaitu menganalisa data berupa peta dari tahuntahun sebelumnya dan analisis deduktif kualitatif menjelaskan faktor yang mempengaruhi perkembangan Kota Ambon Tahun 1999-2019. Penelitian ini berlokasi di Kota Ambon yang mencakup 5 kecamatan. Teknik pengumpulan data melalui data primer melalui instansi terkait, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Kemudian data akan dianalisis melalui teknik overlay/superimpose yaitu dengan menganalisis peta antara peta satu dengan peta lainnya pada tiap tahun sehingga dapat mengetahui arah perkembangan Kota Ambon dan analisis deduktif kualitatif untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi spasial Kota Ambon dengan melakukan wawancara pemerintah maupun data yang berkaitan dengan rencana pembangunan Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan transformasi spasial yang dibagi menjadi 3 periode, (1) Periode Tahun 1999-2003 merupakan periode saat terjadinya kerusuhan. Perubahan area terbangun yang lambat ini dipengaruhi oleh kerusuhan sosial di tahun 1999 yang menyebabkan aktivitas pembangunan fisik menurun. (2) Periode tahun 2004-2010 ini Kota Ambon mulai mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan diterbitkannnya instruksi presiden mengenai percepatan pembangunan pasca konflik (3) Periode Tahun 2011-2019, perkembangan Kota Ambon lebih condong ke daerah perbukitan hal ini dapat dilihat dengan ditemukannya titik-titik lokasi baru yang berlokasi di daerah perbukitan sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi perkembangan Kota Ambon dibagi atas 2 yaitu faktor dominan berupa : karakteristik fisik wilayah yaitu topografi, jaringan jalan, aksesibilitas, utilitas dan fasilitas kota sedangkan untuk faktor spesifik berupa : kependudukan, kebijakan pemerintah, tanah dati/tanah negeri, perekonomian dan konflik/kerusuhan.
Ambon City is part of the Development Area Unit (SWP) which is based on geographical and administrative location grouped according to potential and resources. The linear development of Ambon City follows the coastline with limited dominant land with a sloping topography. The purpose of this research to describe the development of Ambon City based on the spatial transformation of Ambon City in 1999-2019 and to explain the factors that influence the spatial transformation of Ambon City in 1999-2019. The research method used the qualitative deductive method, and the overlay / superimpose analysis method, namely analyzing data in the form of maps from the previous years and qualitative deductive analysis to explain the factors that influence the development of Ambon City in 1999-2019. This research is located in Ambon City which includes 5 districts. Data collection techniques are through primary data through related agencies, field observations, and interviews with related parties. Then the data will be analyzed through the overlay / superimpose technique, namely by analyzing maps between one map and another each year so that we can find out the direction of development of Ambon City and qualitative deductive analysis to explain the factors that influence the spatial transformation of Ambon City by conducting government interviews. as well as data relating to the Ambon City development plan. The results showed that the spatial transformation was divided into 3 periods, (1) The period 1999-2003 was the period when the riots occurred. This slow change in built up areas was influenced by social unrest in 1999 which caused physical development activities to decline. (2) During the 2004-2010 period, Ambon City began to experience quite rapid development with the issuance of a presidential instruction regarding the acceleration of post-conflict development. (3) The period of 2011-2019, the development of Ambon City is more inclined towards hilly areas, this can be seen by the discovery of new location points located in hilly areas, while the factors that affect the development of Ambon City are divided into 2, namely the dominant factors in the form of: characteristics physical area consists of topography, road network, accessibility, utilities and city facilities, while specific factors include: population, government policies, land / land, economy and conflict / riots.
Kata Kunci : Transformasi Spasial, Arah Perkembangan Kota, Kota Ambon