Perencanaan Kawasan Desa Wisata Kampung Perjuangan dengan Konsep Integrated Cultural Tourism, Kabupaten Sleman
ANINDITA LELA R, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc
2020 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKampung Perjuangan merupakan suatu kawasan yang berada di dalam wilayah Desa Selomartani yang terletak di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Selomartani memiliki potensi untuk dijadikan sector pariwisata, dengan adanya sejarah desa yang merupakan salah satu medan gerilya Pasukan Akademi Militer Yogya (MA-Yogya). Sejarah ini kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan berwisata dengan mengkolaborasikan dengan kegiatan masyarakat setempat sehingga dapat menjadi destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan. Pengembangan Kampung Perjuangan memerlukan berbagai aspek yang perlu diperhatikan sehingga wisata dapat berkelanjutan. Perencanaan ini menggunakan konsep integrasi wisata dan wisata budaya dengan metode Soft System Method (SSM). Metode yang digunakan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan serta memaksimalkan potensi daerah dengan konsep terpilih. Proses perencanaan terbagi menjadi identifikasi permasalahan, membangun mode konseptual, analisis wilayah, pemilihan alternatif rencana, pembuatan master plan dan uji kelayakan perencanaan Kampung Perjuangan Desa Selomartani.
Kampung Perjuangan is an area on the Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Selomartani has the potential to be used as a tourism sector, with the history of the village which is one of the guerrilla fields of the Yogya Military Academy Forces (MA-Yogya). Desa Selomartani can be tourist attraction by collaborating the history of the village and local community activities. The development of Kampung Perjuangan requires various aspects that need attention so that tourism can be sustainable. This planning uses the concept of integrated tourism and cultural tourism with the Soft System Method (SSM). The method used aims to solve problems and maximize the potential of the area with the selected concept. The planning process is divided into identifying problems, building conceptual modes, analyzing the area, selecting alternative plans, making master plans, and testing the feasibility of planning.
Kata Kunci : Perencanaan Desa Wisata, Integrasi Wisata, Wisata Budaya, Desa Wisata Sejarah.