PENGARUH METODE MANAJEMEN STRES DENGAN INTERVENSI TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PADA TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI
FARIDHA HANUM, Dr. dr. Andreas Meliala, DPH, MAS; Dr. dr. Ratna K. Kusumaratna, M.Kes
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Kecemasan adalah masalah yang biasa ditemui dalam kedokteran gigi merupakan tantangan bagi tim dokter gigi. Beberapa pasien menderita kecemasan ekstrem sehingga mereka menghindari pemeriksaan gigi dan perawatan sama sekali. Kecemasan yang umum terjadi pada anak-anak yaitu rasa tidak mengenal dan rasa khawatir terhadap pemeriksaan dan perawatan gigi. Penatalaksanaan kecemasan dental dikendalikan dengan cara non-farmakologis, salah satunya adalah metode distraksi menggunakan terapi musik Tujuan: Mengukur tingkat kecemasan anak yang menjalani ekstraksi gigi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi manajemen stres menggunakan terapi musik. Mengukur kepuasan orang tua sebelum dan sesudah dilakukan intervensi manajemen stres menggunakan terapi musik. Metode: Penelitian kuasi eksperimental ini menggunakan pendekatan pretest-posttest non-equivalent control group design selama bulan April 2020. Subjek penelitian berjumlah 48 responden merupakan anak pasien ekstraksi gigi berusia 8-10 tahun di Klinik Utama Bona Medika Kota Cilegon. Subjek dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Penilaian tingkat kecemasan pasien dengan parameter psikometris menggunakan kuesioner Children's Fear Survey Schedule-Dental Subscale (CFSS-DS) dan parameter fisiologis menggunakan hitung denyut nadi (pulse). Data hasil penelitian diuji menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan rerata skor kecemasan pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: Data hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan bermakna skor kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Simpulan: Terapi musik sebagai metode manajemen stres menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kepuasan orang tua pasien pada tindakan ekstraksi gigi pada anak.
Background: Anxiety is a common problem and challenge in dentistry. Some patient experience extreme anxiety leads to avoiding dental assessment and treatment. Anxieties in children patient are generally not knowing and fear of dental assessment and treatment. Dental anxiety is managed with non-pharmacology such as music therapy distraction method. Objective: To evaluate anxiety level on children before and after tooth extraction, with and without using music therapy intervention and to measure parent satisfaction before and after stress management interventions using music therapy. Method: This quasi-experimental research use pretest-posttest non-equivalent control group design approach throughout April 2020. The total of research subject are 48 respondent. The respondents include pediatric patients with age group of 8-10 years old at Klinik Utama Bona Medika, City Cilegon. Subjects are categorized to intervention and control group. The assessment of patient anxiety level using psychological parameter based on Children's Fear Survey Schedule-Dental Subscale (CFSS-DS) questioner and physiological using pulse. The research result data is tested using paired t-test to identify the mean score different of anxiety between intervention and control group. Result: The result of paired t-test data shows there is significant different in anxiety between intervention and control group with p=0,000 (p<0,05) value. Conclusion: Music therapy as stress management method lowers the anxiety in children during tooth extraction and improve the satisfaction of patient's parent on dental extraction in children.
Kata Kunci : Manajemen stres, tingkat kecemasan, terapi musik, kepuasan orang tua pasien, Stress management, level of anxiety, music therapy, patient�s parent satisfaction