Laporkan Masalah

JAGORIKO SEBAGAI SEBAGAI KEBIJAKAN MEMPERKUAT KAPASITAS EKONOMI LOKAL MASYARAKAT KECAMATAN SEDAYU

PATRIXSIUS DJAGA, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si.

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah sering kali tidak mencapai tujuannya, banyak faktor yang mempengaruhi kegagalan tersebut, salah satu faktor penyebab kegalagalan dalam implementasi kebijakan adalah kesulitan menafsirkan kebijakan dalam bentuk-bentuk kegiatan operasional. Untuk itu dibutuhkan inovasi atau strategi dalam mengimplementasikan kebijakan agar bisa mencapai tujuannya. Di Kecamatan Sedayu pemerintah daerah setempat melakukan inovasi melalui gerakan internalisasi Slogan JAGORIKO (Jajan Tonggo Nglarisi Konco). Slogan Jagoriko merupakan strategi dalam mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul untuk memperkuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Proses pengimplementasian kebijakan internalisasi Slogan Jagoriko ini kedalam masyarakat melewati beberapa tahap sebagai berikut: Tahap intepretasi, Slogan Jagoriko sendiri adalah bentuk intepretasi dari kebijakan Pemerintah Daerah dan agar mudah dikomunikasikan ke masyarakat dalam rangka sosialisasi diciptakan logo dan lagu dari slogan ini. Tahap berikutnya adalah pengorganisasian, dalam tahap ini sebagai implementator kebijakan pihak Kecamatan Sedayu menetapkan SOP (Standard Operating Procedure), dan pemanfaatan sumber daya keuangan dan peralatan serta manajemen pelaksanaan melalui branding diri Bapak Drs. Fauzan Mu'arifin selaku Camat Sedayu melalui media sosial serta kegiatan - kegiatan kemasyarakatan lainnya serta menggandeng stakeholder sebagai agen dalam menggelorakan semangat Slogan Jagoriko ke tengah masyarakat. Dalam penetapan jadwal Pemerintah Kecamatan Sedayu sendiri berpatokan pada dokumen perencanaan pemerintah daerah yang ada yaitu RPJMD Kabupaten Bantul 2016 - 2021 namun harapannya bahwa semangat Slogan Jagoriko tetap membudaya di tengah masyarakat sebagai semangat nasionalisme bidang ekonomi dalam menghadapi globalisasi. Dalam aplikasinya kebijakan ini tidak hanya memperkuat UMK lewat pendampingan dan pelatihan, namun disisi lain menggarap sisi pasar agar UMK dapat bertahan dari tekanan pasar bebas. Dalam implementasi kebijakan tentu saja tidak serta merta membuahkan hasil walaupun strategi yang ditempuh sudah tepat, tantangan - tantangan nyata menghadang di depan. Era globalisasi dengan pasar bebasnya menjadi ancaman serius bila tidak disikapi pemerintah dengan kebijakan pro PEL yang melindungi UMKM maka keterpurukan UMKM adalah sebuah keniscayaan.

Policies that have been made by the government, both central and local governments, often do not achieve their goals, many factors influence this failure. One of the factors causing the failure to implement policies is the difficulty in interpreting policies in the form of operational activities. For this reason, innovation or strategy is needed in implementing policies in order to achieve its goals. In Sedayu District the local government has made an innovation through the internalization movement of the Slogan JAGORIKO (Jajan Tonggo Nglarisi Konco). Jagoriko's slogan is a strategy in implementing the Bantul Regency Government's policies to strengthen Micro, Small and Medium Enterprises (MSME). The process of implementing the Jagoriko Slogan internalization policy into the community goes through several stages as follows: Interpretation stage, Jagoriko's slogan itself is a form of interpretation of Regional Government policies and so that it is easily communicated to the public in order to socialize a logo and song from this slogan are created. The next stage is organizing, at this stage as the implementer of the policies of the Sedayu District, establishing SOPs (Standard Operating Procedures), and utilizing financial resources and equipment as well as implementation management through Drs. Fauzan Mu'arifin as the Head of Sedayu Sub-District through social media and other community activities as well as collaborating with stakeholders as agents in inflating the spirit of the Jagoriko Slogan into the community. In determining the schedule, the Government of Sedayu District itself is based on the existing regional government planning documents, namely the Bantul Regency RPJMD 2016-2021, but the hope is that the spirit of the Jagoriko Slogan remains entrenched in the community as a spirit of nationalism in the economic sector in the face of globalization. In its application, this policy not only strengthens MSEs through mentoring and training, but on the other hand works on the market side so that MSEs can withstand free market pressures. In implementing policies, of course, it does not automatically produce results even though the strategy adopted is correct, and real challenges lie ahead. The era of globalization with its free market is a serious threat if the government does not respond to pro-LED policies that protect MSMEs, then the decline of MSMEs is a necessity.

Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Slogan Jagoriko, Usaha Mikro Kecil (UMK)

  1. S2-2020-418981-abstract.pdf  
  2. S2-2020-418981-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-418981-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-418981-title.pdf