Laporkan Masalah

PEMANFAATAN DRONE EMPRIT UNTUK PENGUATAN KETAHANAN SIBER DALAM PEMETAAN HOAKS (Studi Hoaks di Twitter pada Kampanye Pemilihan Presiden 2019)

IMAMA LAVI INSANI, Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D;Dr. Novi Kurnia, M.Si., M.A.

2020 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini bukan hanya berwujud pada serangan bersenjata namun lebih pada perang pemikiran dan pembentukan opini menggunakan media siber yang mencakup banyak aspek di kehidupan bermasyarakat dan bernegara salah satunya aspek politik. Pada aspek politik, ancaman non militer black campaign berupa hoaks marak terjadi saat Pemilihan Presiden 2019 lalu utamanya di media sosial twitter sebagai salah satu media sosial populer di Indonesia. Drone Emprit adalah salah satu platform untuk mendapatkan data dan mengambil tindakan dari hasil data analisisnya di media sosial termasuk hoaks. Penelitian kali ini menggunakan framework cybersecurity NIST dan pemodelan ketahanan siber untuk mengetahui pemanfaatan Drone Emprit menangkal hoaks di media sosial. Pengumpulan data sekunder menggunakan data yang telah tersimpan pada sistem Drone Emprit. Sedangkan data primer didapatkan melalui proses pengamatan langsung di lapangan serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Drone Emprit untuk penguatan ketahanan siber dalam pemetaan hoaks di media sosial selama masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 dengan menggunakan framework cybersecurity NIST meliputi proses identifikasi dan deteksi. Manfaat Drone Emprit untuk penguatan ketahanan siber jika menggunakan pemodelan oleh Zobel memberikan hasil bahwa kecepatan proses deteksi hoaks dan klarifikasi dari pelaku serta pihak berwajib untuk segera menyelesaikan kasus hoaks mempengaruhi hasil ketahanan siber. Makin cepat penanganannya maka makin baik tingkat ketahanan sibernya. Selain itu Drone Emprit juga mampu memilah informasi antara voice dan noise serta dapat membantu mendengarkan suara rakyat dengan meminimalisir hoaks sehingga konflik sosial dapat dihindari.

The threat to the integrity of the Republic of Indonesia was not only in military attacks but also non-military such as thought and opinion using cyber media that covers many aspects of social and state life, one of the aspect was politics. The threat of non-military in the political aspect, black campaigns in the form of hoaxes, was rife during the 2019 Presidential Election, especially in social media Twitter as one of the popular social media in Indonesia. Drone Emprit was a platform to got data and took action from the results of data analysis on social media including hoax. This research used NIST cybersecurity framework and cyber resilience modeling to find out the effectiveness of Drone Emprit against hoaxes on social media. The secondary data collection uses data that has been stored on the Drone Emprit system. Meanwhile, primary data is obtained through the process of direct observation and interviews. The results show that the use of Drone Emprit to strengthen cyber resilience in hoax mapping on social media during the Presidential Election campaign in 2019 using NIST cybersecurity framework includes identification and detection processes. The benefit of Drone Emprit for strengthening cyber resilience using Zobel's modeling results that the speed of the hoax detection process and clarification from the perpetrators and the authorities to solve hoax cases affects the results of cyber resilience. The faster the handling, the better the level of cyber resilience. In addition, Drone Emprit was also able to sort out information between "voice" and "noise" and can help listen to people's voices by minimizing hoax so that social conflicts can be avoided.

Kata Kunci : drone emprit, hoax, twitter, cyber resilience

  1. S2-2020-435202-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435202-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435202-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435202-title.pdf