Laporkan Masalah

Pengaruh Pijat Refleksi Kaki Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Akademik Universitas Gadjah Mada

LAILYA KHUSNA, Intansari Nurjannah, S.Kp., M.N.Sc.,PhD; Dr. Christantie Effendy, S.Kp.,M.Kes

2020 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan Quasi Experiment yang dilakukan dari Februari 2020 hingga Maret 2020. Penelitian ini melibatkan 60 responden yang terdaftar di Unit Renal dan Dialisis RS Akademik UGM dan sedang menjalani hemodialisis yang terbagi menjadi intervensi (n=30) dan kontrol (n=30). Pijat refleksi kaki sebanyak 2 kali/minggu selama 4 minggu, 40 menit pada kedua kaki. Depression anxiety stress scale 42 (DASS 42) digunakan sebagai instrument untuk mengukur outcome. Hasil: Perbedaan signifikan antara pretest dan posttest 4 dengan DASS 42 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,005) dengan hasil uji Besar effect sebesar 0,6(kategori sedang). pada posttest pertama, kedua dan ketiga pada kelompok intervensi diperoleh rata-rata kecemasan lebih rendahdibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Pijat refleksi kaki terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.

Purpose: This study aimed to determine the effect of foot reflexology on reducing anxiety in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. Methods: This study was a quasi-experiment conducted from February 2020 to March 2020. this study involved 60 respondents who were registered in the Renal and Dialysis Unit of the UGM Academic Hospital and were undergoing hemodialysis and divided into intervention (n=30) and control (n=30) groups. Reflexology was done 2 time/week for 4 weeks, for total of 40 minute on both feet. Depression Anxiey Stress Scale 42 (DASS 42) was used as an instrument to measure outcome. Results: There was a significant difference between the pretest and posttest 4 between the intervention group and tehe contol group (p=0,005) with a large effect test result of 0,6 (moderate category). In the first, second and third posttests in the intervention group, the average anxiety level measured with the DASS 42 was lower than the control group. Conclusion: Foot reflexology was shown to reduce the anxiety level of patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis.

Kata Kunci : pijat refleksi kaki, kecemasan, hemodialisis, Indonesia/foot reflexology, anxiety, hemodialysis, Indonesia

  1. S2-2020-433627-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433627-bibliography.pdf  
  3. s2-2020-433627-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433627-Title.pdf