IMPLEMENTASI MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN PASCA AKREDITASI SNARS EDISI 1 DI RSUD KOTA MATARAM
BQ HENY SULASTRIANA, dr. Yudha Nurhantari, Sp. F, Ph. D; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di rumah sakit telah menjadi harapan dan tujuan utama dari masyarakat/pasien, petugas kesehatan, pengelola dan pemilik serta regulator. Salah satu upaya mewujudkannya melalui implementasi manajemen fasilitas dan kesehatan di rumah sakit adalah menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi, dan suportif bagi pasien, keluarga, staf, dan pengunjung dengan pendekatan plan-do-study-act (PDSA). Tujuan: Menganalisis implementasi manajemen fasilitas dan keselamatan pasca akreditasi SNARS edisi 1 di RSUD Kota Mataram menggunakan pendekatan PDSA Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan rancangan studi kasus eksploratoris dengan informan sejumlah 26 orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Fase perencanaan, pembuatan rencana kerja masih bersifat personal. Target, sasaran dan indikator keberhasilan belum ditentukan diawal sehingga keberhasilan pogram belum bisa diukur. Pada fase pelaksanaan, kurangnya kordinasi serta ketidakjelaan sumber dana membuat sejumlah program belum berjalan maksimal. Fase monitoring dan evaluasi terkendala oleh struktur K3 yang belum jelas dan kurangnya pelibatan K3 dalam kegiatan di RS sedangkan fase tindak lanjut lebih menekankan pada penyelesaian jangka pendek dan memenuhi syarat akreditasi sehinga masalah yang sama akan berulang lagi. Kesimpulan: Keempat fase dalam siklus PDSA belum berjalan maksimal. Peningkatan kapasitas SDM, komitmen manajerial, struktur K3 dan kejelasan sumber dana masih menjadi kendala. Perlu kolaborasi antara K3 dan pemangku kebijakan untuk merumuskan kembali perbaikan implementasi MFK.
Background of The Study: Hospital safety and quality health care has been the primary hopes and objectives of communities, health workers, administrators, owners, and regulators. One attempt to achieve it through the implementation of facilities management and health facilities in hospitals is to provide a secure, functional, and supportive facilities for patients, families, staff, visitors with the plan-do-study-act (PDSA) approach. Objectives: Analysis of implementation of facility management and post SNARS accreditation 1st edition in RSUD Mataram City using PDSA approach. Method: This research is a qualitative research, using exploratory case study design with 26 informants taken using purposive sampling method with inclusion and exclusion criteria. Findings: Planning phase, making a work plan is still personal. Targets, targets and indicators of success have not been determined in advance so that the success of the program cannot be measured. In the implementation phase, lack of coordination and inadequate funding sources have prevented a number of programs from running optimally. The monitoring and evaluation phase is constrained by an unclear OHS structure and a lack of OHS involvement in hospital activities, while the follow-up phase emphasizes short-term completion and meets accreditation requirements so that the same problem will recur. Conclusion: The four phases in the PDSA cycle have not run optimally. Increasing human resource capacity, managerial commitment, OHS structure and clarity of funding sources are still obstacles. Collaboration between OHS and policy makers is needed to reformulate the improvement of FMS implementation
Kata Kunci : impementasi, manajemen fasilitas dan keselamatan, PDSA, implementation, facility management and safety, pdsa