Kesiapsiagaan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam Menghadapi Bencana (Studi Kasus di SLB Negeri 1 Bantul, D.I.Yogyakarta)
ZAKIYA AMMALIA F, dr. Agus Surono, M.Sc,Ph.D, Sp.THT-KL(K) ; Marthinus Sutena, SKM, MM.,M.Sc
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki potensi bencana tinggi. Dampak bencana dapat jauh lebih buruk jika terjadi pada jam sekolah. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman karena anak-anak menghabiskan waktu 5-7 jam sehari di sekolah. Salah satu upaya mewujudkannya yaitu dengan melaksanakan program kesiapsiagaan bencana yang menyediakan fasilitas yang aman, manajemen bencana, dan pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana kepada seluruh warga sekolah. Tujuan: Mengetahui gambaran kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di SLB Negeri 1 Bantul Metode: Jenis rancangan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan sebanyak 16 orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling Hasil: Sekolah berada di area dengan potensi bencana yang rendah dengan fasilitas yang mempertimbangkan anak berkebutuhan khusus. Program kesiapsiagaan bencana dikelola oleh pejabat struktural. Sekolah juga berperan dalam memberikan pendidikan kebencanaan kepada seluruh warga sekolah melalui integrasi kurikulum, pelatihan, dan simulasi. Kesimpulan: Kesiapsiagaan bencana di SLB Negeri 1 Bantul masih belum memadai dan perlu ditingkatkan. Beberapa area Fasilitas yang sudah ada perlu dikelola dan ditingkatkan dengan manajemen yang baik. Manajemen perlu melibatkan lebih banyak pihak. Pendidikan kebencanaan perlu disampaikan dengan berbagai kegiatan dan memaksimalkan penggunaan media informasi.
Background : The Special Region of Yogyakarta is a province with high potential for disasters. The impact of disaster can be much worse if it occurs during school hours. Schools are supposed to be safe places because children spend 5-7 hours a day at school This is realized by implementing disaster preparedness programs, including providing safe facilities, establishing disaster management, and providing disaster risk reduction education to all school members. Purpose : This study aimed to describe disaster preparedness in SLB Negeri 1 Bantul. Method: This type of research is descriptive qualitative, using case study design. Sixteen informants were taken using purposive sampling Result : School is located in low potential disasters, but some classrooms have potentially hazardous. The facilities are adapted for children with special needs. Disaster preparedness programs are managed by structural officials. Schools also play a role in providing disaster education to all school members through curriculum integration, training, and simulations Conclusion : Disaster preparedness in SLB Negeri 1 Bantul is inadequate. Program still needs improvement. Certain areas have potentially hazardous. The existing facilities need to be managed and improved with good management. Management needs to involve more parties. Disaster education needs to be delivered with various activities and using information media.
Kata Kunci : kesiapsiagaan bencana, sekolah luar biasa, anak berkebutuhan khusus