Kajian Kesiapan Kawasan TOD Blok M, Jakarta
LINGGAR LAILA I, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A, Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPengelolaan perkotaan merupakan salah satu upaya mengurangi kemacetan dengan cara pengurangan jumlah penduduk urban yang melakukan perjalanan serta memperkecil bangkitan pergerakan penduduk ke pusat kota melalui pengelolaan perpindahan moda transportasi dalam sebuah ruang perpindahan yang kompak, padat dan terintegrasi dalam sebuah pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Rencana pengembangan kawasan TOD di Jakarta dimulai tahun 2014 melalui RTRW DKI Jakarta dan secara massif disahkan beberapa peraturan gubernur tentang TOD pada rentang waktu antara tahun 2017 hingga 2020. Di tahun 2020 telah ditetapkan tiga lokasi pertama yang akan dibangun sebagai kawasan TOD. Dengan penetapan tersebut, perlu dinilai kesiapan kawasan untuk dibangun menjadi kawasan TOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji kesiapan kawasan Blok M menjadi kawasan TOD dari sudut pandang kebijakan, kondisi eksisting, perencanaan dan pandangan stakeholder serta mengaji faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan implementasi kesiapan kawasan Blok M menjadi Kawasan TOD. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal holistik dengan metode analisis data membangun penjelasan, pencocokan pola dan penilaian TSI Grading Index. Dalam mengaji faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan implementasi kesiapan kawasan Blok M menjadi Kawasan TOD, peneliti menggunakan aplikasi MaxQDA untuk mengolah data. Peneliti menggunakan metode AHP untuk menentukan sudut pandang penelitian kebijakan, kondisi eksisting dan perencanaan yang dianggap paling siap untuk menjadi kawasan TOD. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa sisi perencanaan dianggap paling siap dari yang lain. Kesimpulan yang lain adalah kawasan Blok M sudah siap untuk dibangun menjadi kawasan TOD dengan tantangan perwujudan hunian berimbang. Faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan implementasi kesiapan kawasan Blok M menjadi Kawasan TOD antara lain Konsistensi Kebijakan, Visi yang Stabil, Dukungan Pemerintah, Badan Pengelola Tata Guna Lahan dan Transportasi, Tim Pengelola TOD dari Multidisiplin Ilmu, Partisipasi Publik, Penerimaan Publik, Visioner Kunci, Alat Khusus untuk Perencanaan, Perencanaan TOD Tingkat Regional, Kepastian untuk Pengembang, Aset Pemerintah, Kondisi Eksisting Kawasan, Skala Layanan TOD, dan Perencanaan Kawasan.
Urban management is one of the efforts to reduce congestion by changing the number of urban residents who travel and reducing the movement of residents to the city center through managing transportation modes in a compact, dense and integrated space in a transit-oriented area development or Transit Oriented Development (RUBAH). The development plan for the TOD area in Jakarta started in 2014 and was carried out through DKI Jakarta RTRW, and several governor regulations on TOD were passed on a large scale from 2014 to 2017. In 2020, the first three locations to be developt as TOD areas have been determined. With this stipulation, it is necessary to regulate the readiness of the area into a TOD area. This study aims to assess the readiness of the Blok M area to become a TOD area from a policy point of view, existing conditions, planning, and stakeholder views and to examine the factors that influence the successful implementation of the Blok M area's readiness to become a TOD area. This study uses a holistic single case study approach with data analysis methods that compile an explanation of patterns, and an assessment of the TSI Grading Index. In examining the factors that influence the successful implementation of the Blok M area into a TOD area, researchers used the MaxQDA application to process data. Researchers used the AHP method to determine the point of view of policy research, existing conditions and plans that are most ready to become a TOD area. The results of AHP analysis show that the planning side is the most prepared of the others. Another conclusion is that the Blok M area is ready to be developed into a TOD area with challenges in the realization of a balanced housing. The factors that influence the successful implementation of the Blok M area readiness to become a TOD Area include Policy Consistency, Stable Vision, Government Support, Land Use Management and Transportation, TOD Management Team from Multidisciplinary Sciences, Public Participation, Public Acceptance, Key Visionaries, Specific Tools for Planning, Regional Level TOD Planning, Assurance for Developers, Government Assets, Area Existing Conditions, Scale of TOD Services, and Area Planning.
Kata Kunci : kawasan, transit, TOD