Analisa Transfer Pengetahuan di Lembaga Swadaya Masyarakat Project Child Indonesia
LATIEF AFIDATAN N, Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc, Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 MANAJEMENPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi proses transfer pengetahuan di Lembaga Swadaya Masyarakat Project Child Indonesia. Proses transfer pengetahuan yang diidentifikasi adalah yang terjadi diantara sukarelawan yang ada pada departemen Sekolah Sungai dan Program Air Minum (DWP). Porses transfer pengetahuan mencakup pengetahuan apa saja saja yang ada diantara sukarelawan, bagaimana proses transfer, serta faktor-faktor yang dapat menghambat proses tersebut. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2019 sampai dengan 15 Juli 2020. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapat dari proses wawancara terhadap narasumber terkait dan data sekunder diambil dari data internal Project Child Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisa deskriptif. Metode analisa data menggunakan lima tahapan menurut Yin (2011). Penelitian ini menemukan bahwa sukarelawan PCI harus menguasai beberapa macam pengetahuan, yaitu Manajemen Proyek, pengetahuan tentang sektor humanitarian, dan pengetahuan lunak seperti bekera sama dalam tim serta kemampuan berkomunikasi. Sukarelawan memiliki tingkat penguasaan yang beragam karena sukarelawan berasal dari latar belakang yang beragam serta adanya keterbatasan PCI dalam melakukan proses rekrutmen serta pelatihan bagi sukarelawan. Proses transfer pengetahuan di PCI banyak terjadi lewat sosialisasi terutama di pertemuan-pertemuan khusus yang diadakan. Proses eksternalisasi juga terjadi pada pertemuan-pertemuan tersebut melalui notulensi walaupun pelaksanaannya tidak konsisten karena hanya berdasarkan inisiatif individu. Proses kombinasi banyak dilakukan saat sukarelawan mengerjakan proyek dengan menggunakan referensi yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan pengetahuan dari PCI serta masukan dari pemangku kepentingan program. Pada pelaksanaan proyek tersebut sukarelawan juga mengambil keputusan yang merupakan proses internalisasi namun cenderung tidak konsisten. Faktor yang dapat menghambat proses transfer pengetahuan adalah latar belakang sukarelawan yang beragam dan sumber daya yang terbatas (karakteristik penerima pengetahuan), keintiman dalam organisasi yang terlalu bergantung pada masing-masing individu (karakteristik konteks saat pengetahuan ditransfer), dan jam kerja dan porsi kerja yang kurang jelas (karakteristik konteks saat pengetahuan ditransfer).
This research aims to identify the process of knowledge transfer in a Non-Governmental Organization, Project Child Indonesia (PCI). The knowledge transfer process that was identified was what happened among the volunteers in the Sekolah Sungai and Program Air Minum (Dringking Water Program) department. The knowledge transfer process includes what knowledge is available among volunteers, how the transfer process is, as well as the factors that can inhibit the process. The study was conducted on October 30th 2019 until July 15th 2020. The data used consisted of primary and secondary data. Primary data were obtained from the interview process with relevant respondents and secondary data was taken from Project Child Indonesia's internal data. This research is a qualitative research with descriptive analysis. The data analysis method used the five stages according to Yin (2011). The study found that PCI's volunteers must understand a certain knowledge, Project Management, humanitarian sectors understanding, and soft skills such as teamwork and communication skills. Volunteers' understanding is very diverse because the volunteers come from diverse background and PCI have limitations in the recruitment and training process for volunteers. The process of knowledge transfer in PCI occurs a lot through socialization, especially at formal meetings. Externalization also happens at the meetings through note taking although it's based on individual initiative. The combination process is mostly done when volunteers work on projects using their own references combined with knowledge from PCI and input from program stakeholders. In this project volunteers also doing some decision making as the process of internalization. Factors that can inhibit the process of knowledge transfer are the diversity of volunteer backgrounds and limited resources of organization to do training (characteristics of knowledge's receiver), intimacy in organization that are too dependent on each individual (characteristics of the context in which knowledge is transferred), and unclear guidelines of working ours and job descriptions (characteristics of the context in which knowledge is trasferred).
Kata Kunci : Transfer Pengetahuan, Hambatan Transfer Pengetahuan, Konversi Pengetahuan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Berbasis Sukarelawan, Sukarelawan, Project Child Indonesia.