INTERVENSI PENINGKATAN MUTU PELAPORAN INDIKATOR KINERJA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL (POR) DI KABUPATEN KARAWANG
YUSRIANTI, Prof. Dr. Dra. Erna Kristin., Apt. M.Si.
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Penggunaan obat yang rasional berperan dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian pada masyarakat terkait dengan pengobatan penyakit. ISPA, diare dan myalgia merupakan penyakit yang masih banyak ditemukan dan diobati di Puskesmas, selama ini ketiga diagnosis ini dianggap potensial untuk diterapi secara tidak rasional. Data dari pelaporan yang ada sebenarnya bisa digunakan untuk mengidentifikasi kerasionalan penggunaan obat, namun hingga saat ini kualitas data laporan masih buruk. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana intervensi dapat meningkatkan mutu pelaporan indikator kinerja penggunaan obat rasional di Kabupaten Karawang. Tujuan: Untuk meningkatkan mutu pelaporan indikator kinerja penggunaan obat rasional (POR) di Kabupaten Karawang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-posttest design, tanpa kelompok pembanding (kontrol), di Kabupaten Karawang pada bulan Januari Maret 2020. Dua puluh petugas pelaporan POR Puskesmas dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian: Intervensi pelatihan dapat meningkatkan mutu pelaporan indikator kinerja penggunaan obat rasional dari hasil pretest dan setelah intervensi pelatihan (posttest) yaitu; proses penyusunan laporan (baik) dari 25% sebelum intervensi menjadi 80% setelah intervensi, kelengkapan laporan (lengkap) dari 45% menjadi 95%, ketepatan waktu (tepat waktu) dari 15% menjadi 75%, kesesuaian laporan dengan petunjuk teknis (sesuai) dari 0% menjadi 75%. Kesimpulan: Pemberian intervensi dalam bentuk penjelasan petunjuk teknis POR dan pelatihan terbukti meningkatkan mutu pelaporan indikator kinerja penggunaan obat rasional.
Background: Rational use of drugs plays a role in reducing morbidity and mortality in the community associated with the treatment of disease. Acute respiratory infections (ARI), diarrhea, and myalgia are diseases that are still commonly found and treated in primary health centers, so far the three diagnoses are considered the potential for irrational treatment. Data from existing reports can actually be used to identify the rationality of rational drug use, but until now the quality of report data is still poor. Therefore, how interventions can improve the quality of reporting the performance indicators of rational drug use in the Karawang District. Objective: To improve the quality of reporting on performance indicators of rational drug use (POR) in Karawang District. Methods: This study used a Quasi-Experimental research design with one-group pretest-posttest design, without a comparison group (control), in Karawang District in January - March 2020. Twenty officers reporting rational drug use in primary health centers were selected by purposive sampling. Results: Training interventions can improve the quality of reporting the performance indicators of rational drug use from the results of increased pretest after the training intervention (posttest) namely; report preparation process 25% to 80%, report completeness from 45% to 95%, timeliness from 15% to 75%, report compliance with technical instructions from 0% to 75%. Conclusion: Providing interventions in the form of explanations of technical guidelines for rational drug use and training has been proven to improve the quality of reporting on performance indicators of rational drug use.
Kata Kunci : Interventions, Quality, Reports on Rational Drug Use