Laporkan Masalah

Pengaruh Stres Kerja terhadap Tekanan Darah dan Kelelahan Kerja pada Petugas Operasional Lapangan Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

DANIAR AJENG DWIANRI, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Stres merupakan masalah yang perlu disadari di tempat kerja. Stres kerja adalah kombinasi dari penyebab stres di tempat kerja, karakteristik individu, dan stresor ekstra-organisasi. Dampak dari stres adalah peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan kelelahan kerja yang dapat memengaruhi produktivitas kerja. Petugas operasional lapangan PK4L UGM merupakan kelompok yang rawan mengalami stres kerja karena memiliki intensitas kerja dan tanggung jawab yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap tekanan darah dan kelelahan kerja pada petugas operasional lapangan PK4L UGM. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan dilengkapi dengan wawancara semi-terstruktur. Besar sampel dalam penelitian adalah 163 responden yang dipilih secara purposive sampling. Variabel bebas yaitu stres kerja diukur dengan kuesioner HSE Management Standards Indicator Tool. Variabel terikat yaitu tekanan darah menggunakan data sekunder dari pemeriksaan kesehatan oleh PK4L UGM dan kelelahan kerja diukur dengan kuesioner KAUPK2. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji korelasi Kendall's tau dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik dan regresi logistik ordinal. Hasil: Dari 163 responden, sebanyak 49,7% mengalami stres kerja tinggi, 24,5% memiliki tekanan darah tinggi, dan 31,3% merasakan kelelahan kerja berat. Stres kerja yang dilaporkan informan bersumber dari konflik dengan pengguna akses jalan, peningkatan beban kerja, suhu udara, peningkatan konsentrasi, rekan yang kurang dapat bekerja sama, dan pekerjaan yang monoton. Kelelahan kerja yang dilaporkan informan bersumber dari beban kerja bertambah, pekerjaan monoton, berdiri atau duduk dalam waktu lama, dan kelelahan mental. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada pengaruh stres kerja terhadap tekanan darah (p = 0,752; t = -0,025), namun ada pengaruh stres kerja terhadap kelelahan kerja (p = 0,010; t = 0,190). Analisis multivariat menunjukkan ada pengaruh stres kerja, aktivitas fisik, dan riwayat penyakit sekarang terhadap kelelahan kerja. Pengaruh stres kerja, shift kerja, aktivitas fisik, riwayat penyakit sekarang, dan status gizi terhadap kelelahan kerja adalah 5,5%. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh stres kerja terhadap tekanan darah, namun ada pengaruh terhadap kelelahan kerja pada petugas operasional lapangan PK4L UGM. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor lain yang memengaruhi tekanan darah dan kelelahan kerja pada pekerja yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti asupan nutrisi, pola tidur, kualitas tidur, kebugaran fisik, dan beban kerja.

Background: Stress is a problem that needs to be realized in the workplace. Work stress is the combination of stressors at workplace, characteristics of individual, and extra-organizational stress. The impact of stress is an increase in blood pressure that can cause cardiovascular disease and work fatigue that can affect work productivity. Field operational workers of PK4L UGM are a vulnerable group to experiencing work stress because it has high work intensity and responsibility. Objectives: To know the effect of work stress towards blood pressure and work fatigue in the field operation workers of PK4L UGM. Method: This study was a quantitative research with a cross-sectional research design and equipped with a semi-structured interview. The sample size in this study is 163 respondents chosen by using purposive sampling. The independent variable which is work stress (WS) measured by using HSE Management Standards Indicator Tool questionnaire. The dependent variables which are blood pressure (BP) were obtained from secondary data from health examination by PK4L UGM and work fatigue (WF) measured by using KAUPK2 questionnaire. The data were analyzed using bivariate analysis with Kendall's tau correlation test and multivariate analysis with logistic regression and ordinal logistic regression test. Result: Out of 163 respondents, as much as 49,7% had a high WS, 24,5% had a high BP, and 31,3% had a severe WF. The causes of work stress were conflicts with a driver, increased workload, hot temperatures, work that requires high concentration, colleagues that are less able to work together, and monotonous work. The causes of work fatigue were increased workload, monotonous work, sitting or standing for a long time, and mental exhaustion. Bivariate analysis showed that there was no effect of WS towards BP (p = 0,752; t = -0,025) and there was an effect of WS towards WF (p = 0,010; t = 0,190). Multivariate analysis showed that there was an effect of WS, physical activity (exercise), and personal medical history towards WF. The effect of WS, work shift, physical activity, personal medical history, and nutritional status towards WF is 5,5%. Conclusion: There was no effect of work stress towards blood pressure, but there was an effect on work fatigue in the field operation workers of PK4L UGM. Further research is required to understand the other factors that affect blood pressure and work fatigue in workers which were not researched in this study, for example, nutritional intake, sleep patterns, sleep quality, physical fitness, and workload.

Kata Kunci : stres kerja, tekanan darah, kelelahan kerja, work stress, blood pressure, work fatigue

  1. S2-2020-433452-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433452-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433452-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433452-title.pdf