Laporkan Masalah

Islamisasi dan Komodifikasi Pasca Reformasi: Analisis Representasi Kesalehan dalam Sinetron Islami

NUR FAUZIAH HASIBUAN, Dr. Achmad Munjid

2020 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

INTISARI Islamisasi dan komodifikasi kerap menjadi perdebatan dalam melihat sinetron islami pasca reformasi. Di satu sisi meningkatnya representasi kesalehan dalam berbagai macam genre sinetron menunjukkan keberhasilan islamisasi dimana islam dapat mengaktualisasikan dirinya dalam budaya populer. Di sisi lain representasi kesalehan yang selalu diapropriasi dengan kebutuhan publik menunjukkan unsur komodifikasi sebagai usaha para produser untuk menarik penonton. Meskipun demikian kedua hal ini tidak bisa dilihat secara parsial karena keduanya merupakan mekanisme yang inheren dalam sinetron islami. Melalui kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sinetron merupakan tempat strategis untuk melihat situasi keagamaan masyarakat. Dialektika antara islamisasi dan komodifikasi menentukan representasi kesalehan yang dapat diterima publik. Penelitian ini menganalisa transformasi representasi kesalehan dalam sinetron islami untuk melihat dialektika islamisasi dan komodifikasi dalam budaya populer pasca reformasi. Teori representasi Stuart Hall digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa makna dari representasi kesalehan yang ada dalam sinetron dan transformasinya. Setelah dikaitkan dengan situasi keagamaan dari masa ke masa, penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi kesalehan di Indonesia bertransformasi dari ekspresi keagamaan menjadi ekspresi identitas dan politik.

ABSTRACT Islamization and commodification are often debated in viewing post-reform Islamic soap operas. On the one hand the increasing representation of piety in a variety of soap opera genres shows the success of Islamization where Islam can actualize itself in popular culture. On the other hand, the representation of piety that is always appropriated with public needs shows the element of commodification as an effort by producers to attract audiences. Nevertheless, these two things cannot be seen partially because both are inherent mechanisms in Islamic soap operas. Through its proximity to people's daily lives, soap operas are a strategic place to see the religious situation of the community. The dialectic between islamization and commodification determines the representation of piety that is publicly acceptable. This study analyzes the transformation of piety representation in Islamic soap operas to see the dialectics of islamization and commodification in popular culture after reformation. Stuart Hall's representation theory was used in this study to analyze the meaning of piety representation in soap operas and their transformations. After being associated with religious situations from time to time, this study shows that the expression of piety in Indonesia has been transformed from religious expression into an expression of identity and politics.

Kata Kunci : Islamisasi, Komodifikasi, Representasi, Kesalehan

  1. S2-2020-419923-abstract.pdf  
  2. S2-2020-419923-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-419923-title.pdf  
  4. S2-2020-419947-tableofcontent.pdf