Laporkan Masalah

Pengaruh Konsumsi Cookies Garut (Marantha arundinaceae) dengan Glukomanan Porang terhadap Indeks Aterogenik Plasma Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2

ERRI LARENE SAFIKA, Dr. Lily Arsanti Lestari, STP, MP; dr. Vita Yanti Anggraeni, Sp.PD., Sp.JP., M.Sc, Ph.D

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Penyandang Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) beresiko mengalami komplikasi seperti dislipidemia dan aterosklerosis jika tidak menjalankan terapi gizi dengan baik. Makanan tinggi serat dinilai mampu mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Cookies garut dengan glukomanan porang terbuat dari tepung umbi garut dan glukomanan porang yang kaya serat diduga mampu menurunkan resiko aterosklerosis penyandang DMT2. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi cookies garut dengan glukomanan porang selama 8 minggu terhadap indeks aterogenik plasma (IAP) penyandang DMT2. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan kelompok kontrol. Subjek adalah penyandang DMT2 yang rutin kontrol ke puskesmas di Kota Yogyakarta, berusia 35-60 tahun, tidak mengonsumsi obat penurun kolesterol. Kelompok kontrol (n=12) diberikan edukasi gizi, dan kelompok intervensi (n=12) diberikan edukasi gizi dan 65g atau 5 keping cookies garut dengan glukomanan porang sebagai makanan selingan selama 8 minggu. Nilai IAP [log(trigliserida/HDL-C)] diukur sebelum (minggu 0) dan setelah (minggu 8) penelitian. Antropometri (berat badan, IMT, lingkar pinggang, persentase lemak total, lemak visceral), asupan makan, dan aktivitas fisik juga diukur. Hasil: Tidak terjadi perubahan aktivitas fisik dan antropometri pada kedua kelompok (p>0.05). Terdapat peningkatan asupan serat pada kedua kelompok (p<0.05), namun tidak berbeda signifikan antar kelompok (p>0,05). Terjadi penurunan IAP pada kelompok intervensi meskipun tidak signifikan (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan IAP antara kelompok kontrol dan intervensi (p>0,05). Kesimpulan: Konsumsi 65g cookies garut dengan glukomanan porang selama 8 minggu tidak memberikan efek terhadap IAP penyandang DMT2.

Background: type 2 diabetes (T2D) patients are at risk of developing dyslipidemia and atherosclerosis. High fiber foods are considered as a nutrition therapy to prevent the complications. Cookies from arrowroot tuber and porang glucomannan which are rich in fiber may be able to reduce atherosclerosis risk in T2D patients. Objective: to determine the effect of cookies from arrowroot tuber and porang glucomannan consumption for 8 weeks on atherogenic index of plasma (AIP) of T2D patients. Methods: this is a quasi-experimental study with control group. Subjects were T2D patients who controlled in health centers in Yogyakarta, aged 35-60, and did not take cholesterol-lowering drugs. The control group (n=12) was given nutrition education, and intervention group (n=12) was given nutrition education and 65g or 5 pieces of arrowroot cookies with porang glucomannan as snacks for 8 weeks. AIP [log(TG/HDL-C)] were measured before (week 0) and after (weeks 8) the study. Anthropometry, food intake, and physical activity were also measured. Results: there was no change in anthropometry and physical activity in both groups (p>0.05). There was a significant increase in fiber intake in both groups (p<0.05), but not significantly different between groups (p>0.05). There was a decrease on AIP in intervention group although it was not significant (p>0.05). There was no significant difference in change of AIP between control and intervention group (p>0.05). Conclusion: Consumption of 65g cookies from arrowroot tuber and porang glucomannan for 8 weeks did not affect AIP in T2D patients.

Kata Kunci : Diabetes, atherogenic index of plasma, fiber, arrowroot tuber, porang glucomannan

  1. S2-2020-433466-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433466-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433466-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433466-title.pdf