Pengaruh Moda Transportasi dan Gender terhadap Stres dan Kinerja pada Pekerja
FARIZ RAHMANSYAH, Ir. Fitri Trapsilawati, S.T., Ph.D., IPM
2020 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIAktivitas-aktivitas kerja yang bersifat persiapan dan ringan berpotensi untuk dilakukan ketika pekerja sedang menggunakan TJ ataupun KRL dikarenakan TJ ataupun KRL merupakan moda transportasi umum yang paling banyak digunakan oleh pekerja yang bekerja di Jakarta. Meskipun TJ ataupun KRL berpotensi menjadi tempat yang menunjang bagi pekerja untuk melakukan aktivitas pekerjaannya, tetapi TJ ataupun KRL juga berpotensi dapat mengakibatkan stres pada penumpangnya. Oleh karena itu, penelitian untuk mengindentifikasi tingkat kinerja dan stres pada pekerja ketika sedang menggunakan TJ ataupun KRL perlu dilakukan. Uji statistik berupa Analysis of Variance (ANOVA) dua arah, independent T-Test, dan Mann Whitney dilakukan dalam penelitian ini. Independent variable yang digunakan pada penelitian ini adalah gender (berupa laki-laki dan perempuan) dan moda transportasi (berupa Kereta Rel Listrik (KRL) dan Transjakarta (TJ)). Dependent variable yang digunakan pada penelitian ini adalah accuracy, average time per score, Total Mood Disturbance (TMD), dan heart rate. Accuracy didapatkan dari jumlah jawaban benar dibagi dengan jumlah jawaban keseluruhan pada uji Stroop. Average time per score didapatkan dari durasi rata-rata subjek penelitian dalam menjawab benar pada uji Stroop. Total Mood Disturbance (TMD) didapatkan dari hasil pengerjaan kuisioner POMS. Heart rate didapatkan dari hasil pengukuran heart rate yang dilakukan pada subjek penelitian. Accuracy dan average time per score digunakan sebagai acuan untuk kinerja. Total Mood Disturbance (TMD) dan heart rate digunakan sebagai acuan untuk stres. Stres pada pekerja ketika sedang menggunakan TJ lebih tinggi dibandingkan stres pada pekerja ketika sedang menggunakan KRL. Kinerja pada pekerja ketika sedang menggunakan TJ lebih tinggi dibandingkan kinerja pada pekerja ketika sedang menggunakan KRL. Pengaruh gender terhadap stres tidak signifikan. Pengaruh gender terhadap kinerja tidak signifikan. Pengaruh interaksi antara moda transportasi dan gender terhadap kinerja tidak signifikan. Pengaruh interaksi antara moda transportasi dan gender terhadap stres signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pada pekerja perempuan ketika sedang menggunakan TJ lebih tinggi dibandingkan ketika sedang menggunakan KRL, sedangkan stres pada pekerja laki-laki stabil baik ketika sedang menggunakan TJ ataupun KRL.
Work activities have the potential to be carried out when workers are using TJ or KRL because TJ or KRL are the modes of public transportation most used by workers who work in Jakarta. Although public transportation has the potential to be a place for workers to carry out their work activities, TJ or KRL also has the potential to cause stress on its passengers. Therefore, research to identify the level of performance and stress in workers when using TJ or KRL needs to be done. Statistical tests in the form of Two Way ANOVA, Independent T-Test, and Mann Whitney were carried out in this research. The independent variables in this research was gender (i.e. male and female) and transportation mode (i.e. KRL and TJ). The dependent variables in this research were accuracy, average time per score, Total Mood Disturbance (TMD), and heart rate. Accuracy was obtained from the ratio of total correct answer and total answer on Stroop test. Average time per score was obtained from the average duration of the research subject to obtaining one correct answer on Stroop test. Total Mood Disturbance (TMD) were obtained from using the POMS questionnaire. Accuracy and average time per score were used as representative of work performance. Total Mood Disturbance (TMD) and heart rate were used as representative of stress. The stress on workers while using TJ is higher than stress on workers when using KRL. The work performance of workers while using TJ is higher than the work performance of workers when using KRL. The effect of gender on stress is not significant. The effect of gender on work perkformance is not significant. The effect of the interaction between transportation modes and gender on work performance is not significant. The effect of the interaction between modes of transportation and gender on stress is significant. The results showed that stress on female workers when using TJ was higher than when using KRL, while stress on male workers was stable both when using TJ or KRL.
Kata Kunci : Moda Transportasi, Gender, Stres, Kinerja, Total Mood Disturbance, Heart Rate, Stroop Test