PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI INTERPROFESIONAL TERHADAP PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE 2 ANGGOTA PROLANIS DI PUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA
ASRI FIDIANI, Toni Arjuna, M.NutDiet, PhD, AN, APD ; Dr.dr. I Dewa Putu Pramantara S, Sp.PD, K-Ger
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATABSTRAK Latar Belakang: Dalam tiga dekade terakhir, prevalensi diabetes mellitus tipe 2 telah meningkat secara dramatis di negara-negara dari semua tingkat pendapatan, umumnya diabetes mellitus tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa yang terjadi ketika menjadi resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin. Ada 4 pilar penatalaksanaan diabetes berdasarkan hasil konsensus Perkeni 2015 yaitu edukasi, terapi nutrisi medik, latihan jasmani, dan intervensi farmakologis. Masing - masing pilar ini saling mempengaruhi satu sama lain terhadap perubahan kadar gula darah. Masih banyak permasalahan yang berasal dari ke empat pilar ini salah satunya adalah edukasi, edukasi yang komunikatif dan komprehensif diperlukan untuk meningkatkan motivasi pasien untuk sembuh dan menerapkan perilaku hidup yang sehat. Puskesmas Wirobrajan merupakan salah satu puskesmas yang melaksanakan kegiatan Prolanis dengan jumlah keanggotaan 118 peserta dan 78 peserta adalah penderita diabetes mellitus dengan jumlah peserta aktif 56 orang. Target BPJS untuk kegiatan prolanis pada penyakit diabetes mellitus dipuskesmas adalah minimal 50% pasien DM terkendali, sedangkan capaian untuk Puskesmas Wirobrajan belum memenuhi target karena capaiannya masih 40%, sehingga edukasi menjadi salah satu hal penting agar target terapi bisa tercapai. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi interprofesional terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 anggota prolanis di Puskesmas Wirobrajan Kota Yogyakarta. Metode : Desain penelitian (quasi eksperimental) dengan rancangan one group pre and post test desain tanpa kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan software STATA.13. Data yang dikumpulkan meliputi, data tingkat pengetahuan, asupan makan, status gizi dan kadar gula darah. Hasil : Ada pengaruh edukasi interprofesional terhadap perubahan nilai scor tingkat pengetahuan ( Delta = minimal - 4,36 maksimal 1,36), rerata asupan energi (Delta = minimal 159,45l maksimal 130,14 ), rerata asupan karbohidrat (Delta = minimal 34,12 maksimal 27,82), status gizi (Delta= minimal -0,36 maksimal 0 ,49) dan kadar gula darah puasa (Delta = minimal 19,81 maksimal 58,28) signifikan secara statistik (p<0,05). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel status gizi, asupan energi dan asupan karbohidrat dalam program edukasi interprofesional memberikan efek penurunan gula darah puasa pada pengendalian gula darah atau sebagai variabel protektif (OR<1) meskipun tidak signifikan secara statistik (p>0,05) sedangkan variabel tingkat pengetahuan tidak memberikan efek terhadap penurunan kadar gula darah (OR>1) Kata Kunci : Diabetes mellitus tipe 2, edukasi interprofesional, kadar gula darah
ABSTRACT Background : Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is worldwide epidemic and its prevalence is growing, creating healthcare burden. It is linked to increased risk of severe cardiovaskuler complications, morbidity and mortality which can be reduced by optimal glycemic control. The main pillars of diabetes management are based on the results of the 2015 consensus education, medical nutrition therapy, physical exercise, and pharmacological interventions, each of these pillars influences one another towards changes in blood sugar levels. The purpose of this study was to determine effect of providing interprofessional education on controlling blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus prolanist members in Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Method : Quasi experimental one group pre and post test design without control with 33 respondents. Statistic analysis using normality test, continued with the Wilcoxon test and multivariate analysis with multiple logistic regression analysis. Result : Results showed that interprofessional education had a significant change in effect on the score level of knowledge (Delta= minimum - 4.36 maximum 1.36), average energy intake (Delta = minimum 159.45 maximum 130.14), average carbohydrate intake (Delta= minimum 34.12 maximum 27.82), nutritional status (Delta = minimum 0.36 maximum 0.49) and fasting blood sugar levels (Delta = minimum 19.81 maximum 58.28), with p value 0.000 < (0.05). Multivariate test shows, effective variables that had an effect on decreasing fasting blood sugar levels in interprofessional education interventions based on odds ratio (OR<1) are energy intake, carbohydrate intake and nutritional status although not statistically significant ( p>0,05) Conclusion : Providing interprofessional education has an influence on changes in the score of the level of knowledge, the average energy intake, the average carbohydrate intake, nutritional status and fasting blood sugar levels Keywords: Type 2 diabetes mellitus, interprofessional education, blood sugar levels
Kata Kunci : Type 2 diabetes mellitus, interprofessional education, blood sugar levels