Strategi Pengembangan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara
AGUNG PUJA KESUMA, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M,Sc.,PhD; dr. Yodi Mahendradhata,M.Sc,.PhD, FRSPH
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang : Berdasarkan Permenkes No 65 tahun 2017, Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara adalah salah satu satuan kerja di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI yang memiliki tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan dengan keunggulan pengendalian leptosporosis dengan wilayah kerja / binaan 4 provinsi yaitu DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Selain melakukan penelitian unggulan Balai Litbangkes juga harus melakukan penelitian kesehatan berdasarkan kebutuhan program di wilayah kerja. Balai Litbangkes Banjarnegara perlu memahami kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan melalui identifikasi lingkungan internal dan eksternal yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyususan perencanaan strategis untuk pengembangan organisasi. Tujuan : Merumuskan alternatif-alternatif strategi untuk pengembangan Balai Litbangkes Banjarnegara. Metode : penelitian studi kasus deskriptif dengan menggunakan rancangan desain kasus tunggal holistik. Variabel penelitian adalah faktor internal dan eksternal Balai litbangkes Banjarnagara, isu pengembangan dan strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan terkait, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil dan Pembahasan : Analisis lingkungan internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Balai Litbangkes Banjarnegara. Bardasarkan hasil analisis lingkungan internal Balai Litbangkes Banjarnegara memiliki kekuatan yang cukup bagus dari aspek organisasi, pengalaman SDM, anggaran yang terus meningkat setiap tahun dan sarana prasarana. analisis lingkungan ekternal peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Balai Litbangkes Banjarnegara adalah dukungan stakeholder yang baik, peluang bekerjasama dengan berbagai lembaga, sumber pendaan riset, tersedianya teknologi informasi dan peraturan yang mendukung iklim riset. Sedangkan ancaman yang teridentifikasi adalah membutuhkan anggaran besar untuk mengikuti perkembangan teknologi alat kesehatan, perkembangan penyakit yang berpotensi wabah, rekrutmen SDM terbatas dan potensi berkurangnya PNBP Kesimpulan : Strategi yang dapat digunakan oleh Balai Litbangkes untuk pengembangan adalah pengembangan layanan dan produk sesuai kebutuhan stakeholder, pengembangan kerjasama dengan stakeholder stategis dan pengembangan organisasi dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum.
Background: Based on Permenkes No. 65 the year 2017, Banjarnegara Health Research and Development Unit is one of the units under the NIHRD Ministry of Health, which has the task of conducting research and development of health with the advantage of leptospirosis control. The working area includes four provinces: DI Yogyakarta, DKI Jakarta, West Kalimantan, and South Sulawesi. In addition to conducting excellent research, Banjarnegara Health Research and Development Unit also has to do health research based on program needs in the target area. The Banjarnegara Health R&D Unit needs to understand its strengths, weaknesses, opportunities, and challenges through the identification of internal and external environments that can be using as a basis for developing strategic planning for organizational development. Objectives: Formulate alternative strategies for the developing of Banjarnegara Health Research and Development Unit. Method: Research a descriptive case study by using a holistic single case design plan. Variable research is the internal and external factor of the Banjarnagara Health R&D Unit, development issues, and the strategies of development. Data obtained through in-depth interviews with the related informants, observation, and study of documents. Results and discussion: Internal environmental analysis to see the strengths and weaknesses of the Banjarnegara Health R&D Unit. Based on the results of internal environmental analysis, the Banjarnegara Health R&D Unit has considerable strength in terms of organizational aspects, HR experience, a budget that continues to increase every year, and infrastructure. External environmental analysis opportunities that can be utilized by the Banjarnegara Health R&D Unit are excellent stakeholder support, opportunities to collaborate with various institutions, sources of research funding, availability of information technology, and regulations that support the research climate. While the threats identified, require large budgets to keep abreast of medical or laboratory equipment technology, the development of potential epidemic diseases, limited recruitment of human resources and the potential to reduce PNBP. Conclusion: Strategies that can be used Banjarnegara Health R&D Unit for development are the development of services and products according to the needs of the stakeholders, the growth of collaboration with strategic stakeholders, and the development of organizations with public service agencies financial management patterns.
Kata Kunci : Balai Litbangkes, strategi pengembangan, lingkungan internal, lingkungan eksternal