Peran Emosi Akademik terhadap Regulasi Diri dalam Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas
ATRI RAHMA CITRA, Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog.
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIRegulasi diri dalam belajar merupakan aspek penting keberhasilan pembelajar di dunia pendidikan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mendorong regulasi diri dalam belajar siswa. Sayangnya, masih terdapat variabel penting dalam pembelajaran yang belum banyak dikaji, yaitu emosi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran emosi akademik (positif mengaktivasi dan negatif mendeaktivasi) terhadap regulasi diri dalam belajar pada siswa. Regulasi diri dalam belajar diukur menggunakan skala Belajar Berdasar Regulasi Diri (BBRD) dan emosi akademik diukur dengan skala Achievement Emotions Questionnaire (AEQ). Sebanyak 120 siswa SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi subjek dalam penelitian ini. Hasil dari analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa emosi akademik, baik positif mengaktivasi maupun negatif mendeaktivasi berperan terhadap regulasi diri dalam belajar. Emosi enjoyment, hope. dan pride (positif-mengaktivasi) berperan positif sedangkan emosi boredom (negatif-mendeaktivasi) berperan negatif terhadap regulasi diri dalam belajar.
Self-regulated learning is an important skill to become a successful learner. There are many factors that can enhance student self-regulated learning, yet only few researches were found investigating academic emotion factor which plays an important role on learning setting. The aim of this research is to investigate the role f academic emotion (positive activating emotion and negative deactivating emotion) on student self-regulated learning. 120 highschool/vocational students participated on this research. Self-regulated learning was measured by Belajar Berdasar Regulasi Diri (BBRD) scale and academic emotions were measured by Achievement Emotions Questionnaire (AEQ) scale. The result indicated that enjoyment, hope, and pride (positive activating emotions) positively contribute to students' self-regulated learning while boredom as negative deactivating emotion negatively contributes to students' self-regulated learning.
Kata Kunci : emosi akademik, emosi negatif mendeaktivasi, emosi positif mengaktivasi, regulasi diri dalam belajar