Strategi Pembelajaran untuk Peningkatan Kompetensi Sinden Sunda: Perbandingan antara Metode "Ngabeo" dan "Pralagam"
RANI ASRININGSIH, Dr. Sumiyana, Ak., C. A., M. Si. ; Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M. Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGITujuan Penelitian ini adalah mengetahui perbedaan dan efektivitas metode Pralagam dalam proses pembelajaran Mata Kuliah Sekar Kepesindenan yang dibandingkan dengan metode Ngabeo yang digunakan selama ini dalam proses pembelajaran mata kuliah Sekar Kepesindenan pada program studi Seni Karawitan ISBI Bandung. Penelitian ini penting karena belum pernah dilakukan kajian terkait efektivitas dari metode yang masih dianggap baru dalam proses pembelajaran Sekar Kepesindenan selain yang digunakan selama ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian campuran (Mix Method), dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan sequential explanatory. Penelitian pada fase pertama digunakan penelitian kuantitatif dengan Pre-experimental Design melalui Static Group Comparison atau Posttest-Only With Nonequivalent Groups. Analisis data hasil eksperimen menggunakan uji Independent-Samples T-Test (Man Whitney U-Test) dengan taraf signifikasi 0,05. Fase selanjutnya dilanjutkan dengan penelitian kualitatif melalui proses pengamatan, observasi, wawancara mendalam dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran mata kuliah Sekar Kepesindenan sampai akhir eksperimen untuk mendapatkan gambaran yang ada di lapangan. Prosedur analisis data kualitatif menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Dari hasil uji beda, ada perbedaan pada setiap aspek/indikator teknik vocal mahasiswa hasil pembelajaran lagu jalan Sekar Kepesindenan yang menggunakan metode Pralagam dan metode Ngabeo. Bahwa didalam metode Pralagam memiliki dasar-dasar yang mesti dipelajari untuk membentuk khas tersendiri. Metode Pralagam berorientasi kepada konsep Sekar Kepesindenan itu sendiri, bukan berorientasi kepada hafalan lagu. Atas hal tersebut dapat ditemukan dua hal pokok substansi estetika Sekar Kepesindenan yaitu jenis-jenis lagu Kepesindenan dan konsep dasar Sekar Kepesindenan. Dengan probabilitas atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 pada semua aspek teknik vocal yang dinilai pada akhir eksperimen dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran Sekar Kepesindenan antara mahasiswa yang menggunakan metode Pralagam dan metode Ngabeo. Walaupun demikian, analisis dari hasil pengamatan dan validasi ahli menyatakan bahwa metode Ngabeo tetap dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Hal ini terkait dengan proses mempelajari lagu jadi dalam Sekar Kepesindenan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua metode tersebut dapat digunakan secara bersamaan dalam proses pembelajaran Sekar Kepesindenan. Kedua metode tersebut dapat saling melengkapi dalam meningkatkan kompetensi hasil pembelajaran Sekar Kepesindenan karena secara khusus metode Ngabeo berorientasi pada kompetensi lagu jadi, sedangkan metode Pralagam berorientasi pada kompetensi lagu jalan yang keduanya merupakan substansi estetika dari Sekar Kepesindenan.
The aims of this research is to knowing the difference and effectivities method of Pralagam on learning process in Sekar Kepesindenan subject that compared with Ngabeo methods at program of Karawitan Study's of Arts ISBI Bandung. This research is important because it has not been conducted a study related to the effectiveness of the method as the newest form of Sekar Kepesindenan learning process other than those used so far. This research using a mixed research type or called mixed method with a research design Sequential Explanatory approach. At the first phase of research used quantitative research with Pre-experimental Design through Static Group Comparison or Posttest-Only With Nonequivalent Groups. Data analysis of experimental results test uses Independent-Samples T-Test (Man Whitney U-Test) with a significance level of 5.0. The next phase continued with qualitatives research through the process of observation, in-depth interview, and active participation in the learning process of Sekar Kepesindenan subject studies until the end of the experiment for getting an overview. The procedure of analysis qualitative data using an interactive analysis model from Miles and Huberman. From result of different test, there was a difference in every aspect or indicator of college students vocal techniques as the result of learning Poem Songs Sekar Kepesindenan that use Pralagam and Ngabeo methods. That on Pralagam methods it has basics that must be learned to form its own uniqueness. Pralagam method oriented to Sekar Kepesindenan concept it self, it doesn't orient to memorizing songs. Because of that, can found two main points of Sekar Kepesindenan aesthetics substance called kinds of Kepesindenan song and basic concept of Sekar Kepesindenan. On probability or significancies value is smaller than 0,05 in all technique vocal aspect that were assessed at the end of experiment, it's conclude that there was significance difference as the result of learning Sekar Kepesindenan studies from college students that use the Pralagam and Ngabeo methods. Even so, the analysis of the observation and validation of the expert states that Ngabeo method was still needed in the learning process. It's related to the learning process of Folk Song in Sekar Kepesindenan. So it can be concluded that the two methods can be used simultaneously in the learning process of Sekar Kepesindenan. These two methods can complement each other to get higher competencies of Sekar Kepesindenan learning outcomes studies because specifically the Ngabeo method oriented for Folk Song competency, while Pralagam method oriented for Poem Song competency that the two of that method is the aesthetic substance of Sekar Kepesindenan.
Kata Kunci : Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Metode Pralagam, Metode Ngabeo, Sekar Kepesindenan, Penyanyi Sunda (Sinden), / Keywords: The learning process, Pralagam method, Ngabeo method, Sekar Kepesindenan, Sundanese Singers (Sinden).