Laporkan Masalah

Kepercayaan Diri Perempuan Dalam Komunitas Instagram: Analisis Pesan Instagram @crvhons dan Resepsi Komunitasnya

SHAFFA TASYANI R, Dr. Dian Arymami, S.IP., M.Hum.

2020 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Kecantikan perempuan berubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini tidak luput dari peran media yang juga turut serta dalam menunjukkan standar kecantikan perempuan. Kini, kecantikan yang ideal digambarkan dengan kulit putih, postur tubuh kurus dan tinggi dengan ukuran pinggang yang kecil, serta kondisi kulit wajah yang putih, bersih, dan mulus. Adanya standar kecantikan berdampak pada perempuan yang cenderung mengalami tekanan secara psikologis seperti menurunnya kepercayaan diri karena merasa dirinya tidak cantik seperti perempuan ideal di luar sana. Belum lagi perempuan yang rela melakukan apapun agar bisa merubah kondisi fisik agar dapat memiliki kecantikan yang ideal. Di tengah maraknya perempuan yang ingin menjadi cantik sesuai dengan standar kecantikan, seorang perempuan bernama Cut Rizki Vhonsana atau yang akrab disapa Kak Syut muncul dan eksistensinya terkenal di kalangan pengguna Instagram. Keunikan Kak Syut yang membuat dirinya menonjol adalah dirinya merupakan seorang perempuan dengan kulit wajah berjerawat. Kak Syut membagikan pesan kepercayaan diri di akun Instagram pribadinya (@crvhons). Kak Syut menyebarkan pesan positif bahwa semua perempuan cantik, bagaimana pun bentuk dan rupanya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengikut akun Instagram @crvhons memaknai konten kepercayaan diri yang diunggah oleh Kak Syut. Dengan menggunakan metode analisis resepsi berbasis komentar, hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Khalayak memaknai pesan konten Kak Syut sebagai seseorang yang bisa dijadikan teman seperjuangan, 2). Khalayak mampu melihat kecantikan tidak hanya diukur dari kondisi fisik, dan 3). Penggunaan emoji yang digunakan khalayak sebagai penguat ekspresi.

Women's beauty standards change over time. As we all know, the role of media also participates to spread women's beauty standards. Media defines what beauty is and how to become a woman with ideal beauty. Now, women's ideal beauty is pictured with white skin, slim, tall body with a tiny waist, and a face with bright, clean, and smooth skin. The beauty standards put pressure on women as they tend to feel unconfident because they think they are not qualified enough to be included as a beautiful woman. They are also willing to do anything to change their physical appearance so that they can be a woman with ideal beauty. Amidst all the desire of women to become an "ideal" type of beautiful, there is a woman named Cut Rizki Vhonsana or well known as Kak Syut, whom her existence stands out among some Instagram users. Kak Syut has a uniqueness that makes her stand out, which is her face, and that is a face full of acne and acne scars. Rather than be ashamed of it, she chose to embrace the beauty that appears on her face. Kak Syut uses her platform on Instagram, @crvhons, to spread positive messages to all women to raise their confidence. Whatever they look like, they are all beautiful. This research has a purpose to see how the public reception on self-confidence contents shared by Kak Syut. With the method of analysis reception, the results show that: 1). The public see Kak Syut as a companion with the same journey, 2). The public able to see that beauty is not something to be valued by physical appearance, 3). Use of Emojis as a visualization of expressions.

Kata Kunci : Perempuan, Kecantikan, Resepsi, Kepercayaan Diri, Instagram

  1. S1-2020-395813-abstract.pdf  
  2. S1-2020-395813-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-395813-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2020-395813-title.pdf