Melihat Media Sosial Bekerja: Analisa Penggunaan Media Sosial sebagai Strategi dalam Gerakan Aliansi Rakyat Bergerak
GALIH KARTIKA ADE S, Arya Budi, S.I.P., MAPS.
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANSkripsi karya ini disusun dengan tujuan memahami penggunaan media sosial dalam gerakan sosial. Penulisan skripsi karya ini didasari oleh proses keterlibatan penulis dalam gerakan Aliansi Rakyat Bergerak. Gerakan tersebut lahir bersama gelombang demonstrasi lain di beberapa daerah untuk memprotes pelbagai produk legislasi serta kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat. Aliansi Rakyat Bergerak muncul dengan menggalang partisipasi di media sosial dan melancarkan dua kali aksi demonstrasi besar dengan nama #GejayanMemanggil pada 23 dan 30 September 2019. Skripsi karya ini akan berisi dua bagian. Pertama, laporan keterlibatan penulis di dalam Aliansi, khususnya dalam divisi Humas. Kedua, analisa temuan yang bertujuan menjelaskan bagaimana pola serta penggunaan media sosial sebagai strategi Aliansi Rakyat Bergerak. Analisa dilakukan dengan menggunakan tipologi collective dan connective action network yang disusun Benett dan Segerberg (2013) untuk menjelaskan jenis pola organsiasi dan mobilisasi dari aktivisme yang berlangsung di ruang digital. Kemudian, pembahasan juga mengadopsi framework yang disusun Garret (2006) untuk mengetahui secara rinci bagaimana strategi penggunaan media sosial bekerja dalam kerangka mekanisme gerakan sosial: struktur peluang, struktur mobilisasi, dan proses framing. Dari analisa yang dilakukan dapat dilihat pertama, bahwa pola organisasi dan mobilisasi Aliansi Rakyat Bergerak berlangsung dalam bentuk organizationally-enabled action. Dalam bentuk tersebut logic of collective action dan logic of connective action berlangsung secara hybrid ditandai dengan adanya penggunaan struktur organsiasi di satu sisi dan adanya proses penggalangan partisipasi digital yang bersifat personal di sisi lain. Kedua, analisa juga menunjukkan penggunaan media sosial sebagai strategi gerakan dikondisikan oleh struktur peluang berupa ekosistem digital di Indonesia dan polariasai politik pasca Pemilu 2019. Selanjutnya analisa juga memaparkan temuan penggunaan media sosial berlangsung dalam mekanisme gerakan mulai dari partisipasi, organisasi, contentious activity, dan proses framing. Analisa kedua ini menunjukkan peran sekaligus keterbatasan penggunaan media sosial sebagai strategi gerakan. Penggunaan media sosial dalam Aliansi Rakyat Bergerak masih menyisakan peluang optimalisasi lebih lanjut, perencanaan jangka panjang, variasi dan perluasan strategi online serta memadukannya dengan strategi offline.
This research basically aims to understand the use of social media in the social movement. Based on the process of the involvement writer in Aliansi Rakyat Bergerak. The movement was born with other demonstration waves in some areas to protest against various product legislation and also government policies that are considered harm the society. Aliansi Rakyat Bergerak appeared to raise participation in social media and made two big demonstrations called # GejayanMemanggil on 23rd and 30th of September, 2019. This research contains two parts. First, the writer reports involvement in the alliance, especially in the Public Relations Division. Second, discovery analysis that aims to explain how the pattern and the use of social media as a strategy in Aliansi Rakyat Bergerak. The analysis was conducted using collective and connective action network typologies arranged by Benett and Segerberg (2013), explaining a tufted pattern organization and mobilization of activism which held in digital space. Then, the explanation also adopts a framework arranged by Garret (2006) to know the detail of how the social media strategies work within the framework of mechanism social action: their structure opportunities, structure mobilization, and process of framing. From the analysis, first, we can see that the organization and mobilization patterns of Aliansi Rakyat Bergerak held in the form of organizationally-enabled action. In that form, the logic of collective action and logic of connective action place in a hybrid process, characterized by the presence of the use of structure organization on one side and the digital participation personal process on the other hand. Second, the analysis also shows the use of social media as a strategy of the movement conditioned by structure opportunities of the digital ecosystem in Indonesia and political polarizations after the election in 2019. Furthermore, the analysis also explained the findings of the use of social media in the mechanism of movement, which starts from participation, organization, contentious activity, and framing processes. This second analysis shows the role and limitations of the use of social media as a movement strategy. The use of social media in Aliansi Rakyat Bergerak still leaves opportunities for further optimization, long-term planning, variety and expansion of online strategies and combining them with offline strategies.
Kata Kunci : Gerakan Sosial, Media Sosial, Pola Collective Action & Connective Action, Strategi Media Sosial, Aliansi Rakyat Bergerak