PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENUMPANG KERETA KHUSUS WANITA PADA TRANSPORTASI KERETA API PRAMBANAN EKSPRESS (PRAMEKS)
REFONINGTYAS WINDA H, Dr. RA Antari Innaka T., S.H., M.Hum
2020 | Skripsi | S1 HUKUMPenulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi penumpang gerbong khusus wanita pada transportasi Kereta Api Prameks. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan hukum ini adalah terkait perlindungan hukum yang diberikan kepada penumpang gerbong khusus wanita dan tanggung jawab yang diberikan kepada penumpang gerbong khusus wanita bilamana terjadi kerugian selama pelaksanaan perjanjian pengangkutan. Penelitian hukum ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode normatif-empiris. Penelitian normatif dilakukan dengan penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder serta penelitian empiris dilakukan dengan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis, dapat ditarik beberapa kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini. Pertama, perlindungan hukum internal dibuktikan melalui kepemilikan tiket penumpang dan dengan adanya peraturan yang terdapat di dalam gerbong khusus wanita. Perlindungan hukum eksternal bagi penumpang gerbong khusus wanita terdapat pada Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kedua, bentuk pertanggungjawaban pelaku usaha bilamana penumpang mengalami kerugian secara materiil telah terlaksana sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Sementara untuk pertanggungjawaban secara imateriil belum terlaksana secara maksimal.
This legal research aims to identify the legal protection for the passenger of female passenger cars in Prameks Train transportation. The issues raised in this legal research are related to legal protection given to female-only passenger cars and the responsibility towards female-only passenger cars in the event of loss suffered by the passenger during the performance of the transportation agreement. This legal research is descriptive using the normative-empirical method. Normative research is done with literature research to obtain secondary data as well as empirical research done with field research to get primary data. The data obtained from the results of this research are analyzed using qualitative method and presented using a descriptive method. Based on the results of the research and discussion conducted by the author, can be drawn some conclusions that are the answer to the problem in this research. Firstly, internal legal protection is provided in passenger tickets and the regulations contained in the carriage for women while external legal protection is provided in Law of Consumer Protection. Secondly, the form of responsibility of business operators when passengers experience material losses has been carried out in accordance with the Peraturan Menteri Perhubungan concerning Minimum Service Standards for Transportation of People by Train. Meanwhile, liability for the immaterial has not been maximally implemented.
Kata Kunci : Perlindungan hukum, pertanggungjawaban