Frekuensi Kariolisis pada Epitel Mukosa Bukal Pemanggang Sate Ayam di Sleman, Yogyakarta
WIYUNDARI HANANING S, Prof. Dr. drg. Regina T.C. Tandelilin, M. Sc.; drg. Tetiana Haniastuti , M.Kes., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGITeknik pemanggangan sate ayam dapat meningkatkan cita rasa namun juga membebaskan senyawa kontaminan. Asap pemanggangan diduga mengandung kelompok senyawa berbahaya yaitu Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). Pemanggang sate ayam merupakan orang dengan pekerjaan berisiko terhadap paparan tersebut. Peningkatan frekuensi kariolisis epitel mukosa bukal menggambarkan adanya sitotoksisitas yang mungkin disebabkan paparan senyawa berbahaya melalui jalur inhalasi maupun ingesti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh paparan asap pemanggangan terhadap frekuensi kariolisis pada epitel mukosa bukal pemanggang sate ayam di Sleman, Yogyakarta. Sepuluh pemanggang sate ayam di Sleman, Yogyakarta sebagai kelompok terpapar dan 10 orang tidak terpapar sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri atas 5 laki-laki dan 5 perempuan yang memenuhi kriteria pada setiap kelompok. Sel epitel mukosa bukal diambil dengan metode sitologi eksfoliatif menggunakan cytobrush kemudian dilakukan pewarnaan Papanicolaou. Pengamatan secara mikroskopik dengan perbesaran 400 kali. Penghitungan sel kariolisis dilakukan terhadap 1000 sel pada setiap subjek. Hasil Independent T-Test menunjukkan adanya perbedaan frekuensi kariolisis yang signifikan terhadap kedua kelompok (p kurang dari 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu paparan asap pemanggangan secara signifikan meningkatkan frekuensi kariolisis epitel mukosa bukal pemanggang sate ayam. Frekuensi kariolisis meningkat secara signifikan setelah paparan 4 tahun.
The grilling of chicken satay could give the best taste but it also can release some dangerous contaminant products called Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). Chicken satay grills are people who are at the risk of high exposure to those compounds. Cytotoxicity of buccal mucosal epithelial can be reflected by the increase of the karyolysis frequency that might be caused by exposure to hazardous compounds through inhalation and ingestion pathways. The purpose of this study was to know the effect of smoked grilled satay exposure on karyolysis frequency in buccal mucosal epithelia of chicken satay grills in Sleman, Yogyakarta. Among the subjects, 10 of them were exposed to the grilling smoke while other 10 people were not exposed and were considered as control group. The subjects consisted of 5 men and 5 women for each group. The buccal mucosal epithelia cells were taken by an exfoliative cytology method used cytobrush and stained using Papanicolaou staining method. The cells were observed microscopically with 400 times magnification. The data obtained was the number of karyolysis cells in 1000 cells observed. Independent T-Test showed a significantly difference of the karyolysis frequency of both groups (p less than 0.05). The conclusions of this study were smoked grilled satay exposure significantly influenced the karyolysis frequency of the buccal mucosal epithelia. The karyolysis frequency was increased significantly after 4 years of exposure.
Kata Kunci : Asap pemanggangan sate, Epitel mukosa bukal, Frekuensi kariolisis