Laporkan Masalah

Sistem Paraban di Jawa Timur

HANUM LINTANG SIWI S, Dr. Daru Winarti, M.Hum.

2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Tesis ini membahas tentang sistem paraban di Jawa Timur yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan jumlah kata dan relasi bentuk dalam paraban, referen dan konsep dalam paraban, serta menguaraikan fungsi-fungsi paraban dari sisi addresser, addressee, dan resiprokal. Data pada tesis ini berjumlah 242 pasang nama yang diperoleh dengan metode introspektif dan wawancara informal kepada partisipan dari 5 kota berbeda; yakni Malang, Surabaya, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Data dianalisis secara kualitatif dengan melakukan klasifikasi dan kodifikasi data berdasarkan tipe-tipe relasi bentuk dan referen yang muncul. Referen-referen yang telah diklasifikasikan, dibahas dengan melihat hubungannya dengan paraban sebagai bentuk linguistik dan konsep yang melatarinya. Terakhir, analisis fungsi dilakukan dengan memetakan fungsi dari sisi addresser (pemberi nama), addressee (pemilik nama), dan resiprokal antar keduanya. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa 236 paraban terdiri atas satu kata dan 6 paraban terdiri atas dua kata. Paraban yang berjumlah satu kata ditemukan terbagi menjadi nama dengan satu suku kata, dua suku kata, dan tiga suku kata. Paraban dengan dua suku kata tersebut menjadi bentuk yang paling banyak ditemukan, yakni berjumlah 117 nama. Paraban berjumlah dua kata yang ditemukan memiliki pola nama diri + referen profesi, nama diri + referen komunitas yang diikuti, nama diri + referen kondisi fisik, dan paraban dengan referen panggilan kekerabatan dalam keluarga. Pada relasi bentuk, ditemukan tiga jenis relasi bentuk; yakni relasi bentuk bebas, formal, dan mengandung kemiripan. Paraban berelasi bentuk bebas ditemukan sebanyak 52 nama. Paraban dengan relasi bentuk formal ditemukan dengan bentuk dibalik, diulang, disingkat, dan diubah secara fonologis. Relasi bentuk yang diubah secara fonologis ditemukan mengalami; 1) asimilasi atau substitusi fonem, 2) penghilangan fonem (deletion), 3) monoftongisasi, dan 4) perubahan bunyi kompleks (bentuk nama yang mengalami lebih dari satu tipe perubahan bunyi). Pada relasi kemiripan metaforis, paraban dengan referen karakter wayang, makanan, negara, etnis, dan artis memetaforkan fitur tubuh, paraban dengan referen perkakas rumah tangga, hewan, karakter TV, dan artis, memetaforkan perilaku atau kebiasaan, sedangkan paraban dengan panggilan kekerabatan dalam keluarga memetaforkan cara berpikir addressee. Relasi kemiripan metonimis ditemukan dengan relasi part to whole dan whole to part. Ditemukan 17 jenis referen dengan urutan dari yang paling banyak ditemukan sampai yang paling sedikit, yaitu referen; 1) Hewan, 2) Kondisi Fisik, 3) Panggilan Kekerabatan dalam Keluarga, 4) Artis, 5) Karakter Televisi, 6) Tokoh Pewayangan, 7) Perkakas Rumah Tangga 8) Makanan, 9) Etnis Asal, 10) Asal Tempat Tinggal Kota, (Dusun dan Gang), 11) Alat Transportasi, 12) Organ Kelamin, 13) Penyakit, 14)Profesi, 15) Negara, 16) Nama Band, dan 17) Piranti Kesehatan. Referen-referen tersebut paling banyak dilatari oleh konsep kondisi fisik, perilaku, atau sesuatu yang berkaitan dengan ketidakpercayaan diri addressee. Hal itu menunjukkan pentingnya sesuatu yang inderawi, baik penampilan fisik, kondisi tubuh, atau perilaku yang harus normal-proporsional bagi masyarakat di Jawa Timur. Fungsi paraban dari sisi addresser terbagi atas fungsi positif, yakni sebagai penunjuk kedekatan multipleks dan afeksi sayang serta fungsi negatif digunakan untuk moyoki dan ngrasani addressee. Fungsi negatif tersebut sesuai dengan karakter orang Jawa yang terbiasa untuk menyembunyikan perasaannya untuk menghindari konflik dan menjaga keselarasan dalam interaksi sosial, sedangkan dari sisi addressee digunakan sebagai jenama diri (self branding) dan penunjuk identitas diri, serta fungsi resiprokal digunakan sebagai bentuk solidaritas antar addresser dan addressee.

This study discusses the NickName system in East Java which is carried out with the aim of describing the number of words and form relations in the nicknames, referent, and background concepts, as well as expressing the functions of nicknames from addresser, addressee, and reciprocal point of view. Data in this study are 242 pairs of names obtained by introspective methods and informal interviews. The interview was conducted with participants from 5 different cities; Malang, Surabaya, Blitar, Tulungagung, and Trenggalek. Data were analyzed qualitatively by classification and codification of data based on types of form relations and referents that emerged. Referents that have been classified are discussed by looking at the relation between paraban names as linguistic forms and concepts as the based concept. Finally, the function analysis is done by mapping the functions from the addresser (name giver), the addressee (name owner), and reciprocal between the two. The results of this study research show that 236 names of paraban consist of one word and 6 names consist of two words. Nicknames which amount one word is found divided into names with one syllable, two syllables, and three syllables. Nicknames with these two syllables are the most commonly found form, which is 117 names. There are two words that are found to have a pattern of formal name + profession referent, formal name + community followed referent, formal name + physical-condition referent, and nickname + kinship or family address term. Form relations are found; arbitrary forms, formal forms, and similarity forms. There are 52 names related to arbitrary forms. Nicknames with formal forms are found with the form that is reversed, repeated, abbreviated, and changed phonologically. The phonological changes forms are found to be 1) phoneme assimilation of substitution, 2) deletion, 3) monophthongization, and 4) complex sound change (a form of names that are experience more than one type of sound change). In the relation of metaphorical similarity, nicknames with the referents of shadow puppet character, food, country, ethnicity, and artists refer to addressees body features; household tools, animals, television programs character, dan artists, refers to behavior, and the kinship or family address term refers to addressee way of thinking. The relation of metonymical similarity that is found; the relation of part to whole and whole to part. There are found 17 types of referents in order from the most found to the least; 1) animal, 2) physical conditions, 3) kinship or family address term, 4) artist (singer and comedian) 5) television program characters (cartoon and anime), 6) shadow puppet character, 7) household tools, 8) food, 9) ethnic origin, 10) origin of (city and alley), 11) transportation, 13) sex organ, 14) profession, 15) country, 16) band name, 17) health devices. The most referents refer to physical conditions, the behavior of addressee, or something about their self-insecurities. It shows that Javanese people at east Java put the physical sense as an important point such as a normal-proportional of physical appearance-features, and behavior. Functions of its nicknames from the addresser side are divided into positive functions which are used for multiplex proximity marker and affection marker while the negative functions are used for moyoki and ngrasani. The negative functions lead to the character of Javanese people who are accustomed to hiding their feelings to avoid conflict and maintain harmony in social interaction. Meanwhile, the addressee side is used for self-branding and self-identity marker, and reciprocal functions are used as a form of solidarity between addresser and addressee.

Kata Kunci : Paraban, Sistem, Jawa Timur, Nama Panggilan

  1. S2-2020-434441-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434441-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434441-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434441-title.pdf