Faktor yang Berhubungan dengan Motif Pemilihan Makanan (Food Choice) pada Remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta
RIFKA WAHYUNINGTYAS, Setyo Utami Wisnusanti; Mutiara T. P. L. Kusuma
2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang: Remaja mulai memiliki otonomi makan yang menyebabkan perubahan perilaku dan kebiasaan terkait pemilihan makanan. Berbagai faktor dianggap dapat memengaruhi motif pemilihan makanan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan motif pemilihan makanan remaja. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 121 siswa di SMPN 2 Yogyakarta dan SMPN 1 Imogiri dari April hingga Mei 2020. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Variabel bebas adalah faktor intrapersonal (jenis kelamin, persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi), faktor interpersonal (pengaruh teman sebaya), dan faktor lingkungan (lokasi sekolah, jumlah uang saku, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua, pengaruh media). Variabel terikat adalah sembilan motif pemilihan makanan. data dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil: Sebagian besar responden memiliki motif kesehatan sebagai motif utama dalam pemilihan makanan, diikuti dengan motif komposisi makanan, harga, dan etika. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan motif komposisi makanan; pengaruh media, pengetahuan gizi, dan jumlah saku dengan motif etika; pendidikan orang tua dengan motif harga; serta persepsi citra tubuh, pengaruh media, jumlah uang saku, dan pengetahuan gizi dengan motif pengendalian berat badan (p<0,05). Simpulan: Faktor intrapersonal (persepsi citra tubuh dan pengetahuan) dan lingkungan (pengaruh media, jumlah uang saku, pendidikan orang tua) berhubungan dengan motif pemilihan makanan remaja. Strategi intervensi terkait perilaku makan sehat pada remaja dapat dirancang berdasarkan faktor-faktor tersebut.
Background: Adolescent begin to have eating autonomy which causes changes in behavior and habits related to food selection. Various factors are considered to be able to influence the food choice motives. Objective: To find out factors related to adolescent food choice motives. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 121 students who studied at SMPN 2 Yogyakarta and SMPN 1 Imogiri, from April to May 2020. Data collection used questionnaires. The independent variables are intrapersonal factors (gender, perception of body image, nutritional knowledge), interpersonal factors (peer influence), and environnment (school location, amount of pocket money, family income, parental education, media influence). The dependent variables are nine food choice motives. The data were analyzed by using multiple linear regression. Results: Most respondents had health motives as their main motive in food choice, followed by natural content, price, and ethical concern. This research also found that there was a relationship between nutritional knowledge with natural content motives; media influence, nutritional knowledge, and amount of pocket money with ethical concern motives; parental education with price motives; and perception of body image, media influence, amount of pocket money, and nutritional knowledge with weight control motives. Conclusions: Intrapersonal factors (perception of body image and nutritional knowledge) and environment (media influence, amount of pocket money, and parental education) were related to food choice motives of adolescent. Future intervention strategies related to healthy eating behavior in adolescent can be designed based on these factors.
Kata Kunci : pemilihan makanan, remaja